Jokowi dan PM Timor Leste Sepakat Negosiasi Perbatasan Darat Selesai Tahun Ini
ยทwaktu baca 3 menit

Perbatasan Timor Leste-Indonesia menjadi salah satu isu yang dibahas pada pertemuan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Taur Matan Ruak pada Senin (13/2).
Pada pertemuan di Istana Bogor itu disepakati ada dua segmen perbatasan darat yang akan diselesaikan negosiasinya pada tahun ini. Usai perbatasan darat mencapai kata sepakat Indonesia dan Timor Leste akan memulai perundingan perbatasan laut.
"Kita telah menyepakati untuk segera menyelesaikan dua segmen perbatasan darat yang tersisa pada tahun ini, yaitu segmen Noel Besi-Citrana dan segmen Bijael Sunan-Oben. Penyelesaian perundingan batas darat ini penting untuk dapat memulai perundingan maritim dan pembangunan PLBN di Oepoli," Jokowi dalam joint statement setelah bertemu PM Taur.
Jokowi juga menekankan pentingnya kerja sama ekonomi kedua negara. Untuk itu, Jokowi mengatakan Indonesia dan Timor Leste sepakat mendorong dimulainya perundingan pembentukan investment treaty.
"Saya menyambut baik terus meningkatnya hubungan perdagangan kedua negara dan kita berkomitmen untuk mengintensifkan pembahasan mengenai pengembangan kawasan ekonomi di perbatasan antara NTT dan Oecusse," ujarnya.
"Dan untuk mendukung kerja sama ekonomi khususnya pengembangan kawasan ekonomi di wilayah perbatasan, kita sepakat untuk mendorong dimulainya perundingan pembentukan bilateral investment treaty," lanjutnya.
Sementara terkait kerja sama pembangunan, Jokowi mengungkapkan ada 258 kegiatan kerja sama pembangunan Indonesia dan Timor Leste sejak 2006. Kegiatan tersebut melibatkan ribuan orang dari Timor Leste.
"Dan dalam dua tahun terakhir, Indonesia juga telah memberikan 489 beasiswa bagi pelajar Timor Leste. Indonesia berkomitmen untuk terus melanjutkan kerja sama pembangunan terutama melalui penguatan kapasitas SDM," tutur Jokowi.
Jokowi juga kembali menyinggung soal keanggotaan Timor Leste di ASEAN. Meski secara prinsip Timor Leste telah diterima sebagai anggota berdasarkan hasil KTT ASEAN di Phnom Penh, Jokowi mengatakan Indonesia sedang mempersiapkan roadmap keanggotaan penuh Timor Leste.
"Roadmap untuk keanggotaan penuh sedang dipersiapkan dipimpin oleh Indonesia sebagai Ketua ASEAN saat ini dan Timor Leste telah mengikuti pertemuan-peertemuan ASEAN dengan status sebagai observer, termasuk pertemuan para Menlu ASEAN awal Februari yang lalu," jelasnya.
PM Taur Matan Ruak juga menyinggung soal perbatasan. Menurutnya, kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste di perbatasan merupakan satu langkah besar.
"Di mana Bapak Yang Mulia Jokowi telah sebutkan bahwa di masa depan kita akan melakukan penguatan pada lingkup memperkuat dan memperdalam hubungan ekonomi kita," kata Ruak.
Ia juga berharap pembahasan batas darat dapat memperkuat hubungan kedua negara.
"Saya ingin menggarisbawahi kebutuhan untuk pembahasan mengenai batas darat yang Bapak Jokowi baru saja sebutkan, yang mana kita akan melakukan penguatan yang sangat diperlukan karena sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan dalam waktu yang relatif," ujarnya.
Terakhir, PM Ruak menyampaikan terima kasih karena Timor Leste saat ini menjadi observer di ASEAN. Ia menyatakan, Timor Leste akan melengkapi sejumlah hal yang dibutuhkan agar bisa menjadi anggota penuh ASEAN.
"Saya berterima kasih juga kepada fakta bahwa Timor Leste menjadi anggota ke-11, observer, pengamat di ASEAN dan juga atas support, bantuan dari Bapak Yang Mulia Presiden karena terus memberikan bantuan. Pada dasarnya Timor Leste melengkapi untuk menjadi anggota, kami mempersiapkan lebih baik persiapan masuk ke ASEAN," pungkasnya.
