Jokowi di ASEAN: Kita Tak Imun dari Rivalitas Geopolitik
·waktu baca 1 menit

Presiden Jokowi membuka ASEAN-Indo-Pacific Forum (AIPF), event flagship KTT ASEAN di bawah keketuaan Indonesia. Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengaku bersyukur ekonomi ASEAN terbukti tangguh di tengah melemahnya ekonomi dunia.
"Dan terus tumbuh melebihi pertumbuhan ekonomi global dan kawasan lainnya," kata Jokowi di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (5/9).
Jokowi mengatakan, populasi ASEAN yang besar dengan 680 juta jiwa penduduk, membuktikan ASEAN sebagai pasar yang potensial dengan peluang investasi yang menjanjikan.
"Namun, kawasan kita tidak imun dari berbagai tantangan global dan rivalitas geopolitik yang menajam, khususnya potensi politik di Indo Pasifik," ungkapnya.
Untuk itu, Jokowi mengatakan AIPF hadir untuk mengubah rivalitas menjadi kerja sama yang bermanfaat serta membangun kebiasaan kerja sama dengan win win formula tanpa satu pun merasa dikucilkan.
"Saya mengapresiasi dukungan dan kontribusi negara ASEAN dan mitra ASEAN sehingga telah terkumpul 93 proyek kerja sama senilai 38,2 miliar US Dolar dan 73 proyek potensial senilai 17,8 miliar US Dolar," ungkapnya.
"Ini mencerminkan komitmen kita to work the talk, membangun Indo Pasifik yang damai, yang stabil, dan yang makmur. Semoga ikhtiar kita dapat memberikan manfaat yang besar bagi rakyat di kawasan dan dunia," pungkas Jokowi.
