Jokowi di Harlah PPP: Gara-gara Gibah Persatuan Terganggu

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko WIdodo bertemu dengan sejumlah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko WIdodo bertemu dengan sejumlah Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren Jawa Barat Tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (28/2). Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Lahir Ke-46 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Ancol, Jakarta Utara. Dalam kesempatan ini, Jokowi kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tahun politik seperti saat ini.

Jokowi menilai, banyak hal yang bisa terjadi hanya karena urusan politik. Persatuan masyarakat saat ini mudah terganggu hanya karena beda pilihan.

"Seperti yang disampaikan Pak Romi (Ketum PPP) sangat bahaya sekali karena urusan politik, pilihan bupati, pilihan wali kota, pilihan gubernur, pilihan presiden, aset terbesar kita, persatuan jadi terganggu. Gara-gara hoaks, gara-gara fitnah, gara-gara gibah, gara-gara kabar bohong, yang sekarang ini tidak hanya muncul di medsos, tapi sudah muncul dari pintu ke pintu, dari rumah ke rumah. Hati-hati masalah ini," jelas Jokowi di Ecovention Ancol, Jakarta Utara, Kamis (28/2).

Jokowi di Penutupan workshop nasional PPP Foto: Jihad Akbar/kumparan

Untuk itu, Jokowi mengajak para kader PPP untuk terus menjaga dan merawat persatuan. Dengan begitu, modal besar persatuan Indonesia tetap terjaga dengan baik.

"Saya kira tugas besar kita dalam menjaga, merawat persatuan, kerukunan, merawat persaudaraan kita, merawat ukhuwah kita, merawat ukhuwah Islamiyah kita, merawat ukhuwah wathoniyah kita, tugas besar kita adalah di sana," tambah Jokowi.

embed from external kumparan

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta para kader PPP untuk merespons dengan cepat peredaran berita bohong yang beradar di masyarakat. Jangan pernah ragu melaporkan ke polisi bila menemukan adanya penyebaran hoaks dari pihak tak bertanggung jawab.

"Saya mengajak kita semua untuk berani merespons ini segera. Karena modal besar kita, aset besar kita seperti yang saya sampaikan perstuan, kerukunan, persaudaraan akan terganggu karena masalah ini," tutur Jokowi.