Jokowi Dinilai Baru Tunjukkan Dukungan ke Puan Kalau Pendukungnya Bentuk Relawan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani di Persemaian Mentawir, Rabu (22/6/2022). Foto: Arifin Asydhad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi dan Ketua DPR Puan Maharani di Persemaian Mentawir, Rabu (22/6/2022). Foto: Arifin Asydhad/kumparan

Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menjadi kandidat capres terkuat dari PDIP. Meski demikian, internal PDIP dinilai cenderung lebih mendukung Puan dibandingkan Ganjar.

Sementara dalam beberapa hasil survei, elektabilitas Ganjar masih menduduki tiga teratas bersama Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Elektabilitas Puan jarang mendekati 5%.

Terkait hal ini, pengamat politik Hendri Satrio menilai peluang Puan untuk menjadi capres PDIP sangat besar. Menurutnya, elektabilitas Puan akan dengan sendirinya menanjak jika PDIP mengumumkannya sebagai capres.

"Terus dari sisi prestasi Puan ini juga mumpuni. Dia bukan karbitan, dia dipupuk dari bawah. Bahkan pada saat dia jadi Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu pada saat dia posisi dengan Demokrat," kata Hendri saat dihubungi kumparan, Rabu (27/7).

kumparan post embed

Namun di satu sisi, publik menunggu apakah Presiden Jokowi lebih memilih Ganjar atau Puan. Sebab belakangan ini, relawan Jokowi menyatakan tegak lurus dengan keputusan Jokowi. Apalagi, Jokowi sempat disebut telah menunjukkan sinyal dukungan kepada Ganjar.

"Nah, bicara Pak Jokowi ini dia kira-kira ke Ganjar atau ke Puan? Ya, lihat saja arah relawannya Pak Jokowi sekarang. Relawannya, kan, ngaku tegak lurus, tuh. Sekarang relawan-relawannya Pak Jokowi ke Ganjar semua. Jadi walaupun sering terlihat sama Puan itu cuma sebatas menjaga perasaan Bu Mega [Megawati Soekarnoputri] saja," ungkapnya.

Hendri menilai situasi akan berubah ketika relawan Jokowi ada yang mulai membentuk kelompok untuk mendukung Puan. Jika hal itu sampai terjadi, maka Jokowi bisa dibilang sudah menunjukkan dukungannya untuk Puan.

"Tapi kalau belum ada indikasi relawan Pak Jokowi yang bikin Puanis atau Puan Mania, belum itu dukungannya. Itu masih sebatas menjaga perasaan Bu Mega saja," tuturnya.

Kans Ganjar Diusung PDIP

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. Foto: kumparan

Hendri kemudian menyampaikan analisisnya terkait dukungan PDIP terhadap Ganjar. Menurutnya, meski pada akhirnya PDIP lebih memilih Puan, Ganjar tetap bisa mendapatkan posisi strategis. Seperti Ketua Tim Pemenangan Puan atau menjadi menteri ketika PDIP menang di Pemilu 2024.

"Dia bisa jadi Ketua Tim Sukses Mbak Puan, kayak waktu Ganjar nyalon gubernur yang jadi ketua pemenangannya Puan, loh. Jadi kalau dia mau balas budi boleh, loh. Dan kalau misalkan PDI Perjuangan menang lagi, kan, dia bisa jadi menteri. Jadi banyak hal yang sebetulnya bisa dilakukan Ganjar di PDI Perjuangan," ungkapnya.

Hendri juga menyebut elektabilitas Ganjar yang tinggi berkat statusnya sebagai kader PDIP. Sehingga, menurutnya, tidak mungkin Ganjar pindah partai demi nyapres.

"Kalau sampai berani pindah ke partai lain itu ada backing-an yang lebih kuat dari Bu Mega itu [kalau] sampai dia berani pindah. Anggap aja kalau misalnya berani itu ada Pak Jokowi yang mem-backing-i itu," pungkasnya.