Jokowi Diprediksi Akan Dua Kali Lantik Panglima TNI Hingga 2024

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Panglima TNI imbau warga bergejala COVID-19 segera dirawat. Foto: Dok. Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI imbau warga bergejala COVID-19 segera dirawat. Foto: Dok. Puspen TNI

Pergantian Panglima TNI ditengarai akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Sebab, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan purna bakti dari militer pada November 2021.

Wakil Ketua Komisi I DPR Anton Sukartono memprediksi Jokowi akan dua kali melantik Panglima TNI hingga akhir masa jabatannya pada 2024.

"Presiden Joko Widodo kemungkinan besar akan dua kali melantik Panglima TNI pada masa jabatannya yang berakhir pada tahun 2024 mendatang," kata Anton saat dimintai tanggapan, Senin (6/9).

Anton menganalisis, jika tongkat komando Panglima TNI jatuh pada KSAD Jenderal Andika Perkasa, maka masa jabatannya tidak panjang. Andika hanya punya waktu satu tahun dan memasuki masa pensiun pada Desember 2022. Sementara itu KSAL Laksamana Yudo Margono dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo akan pensiun pada 2023.

KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, dan KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto: Dispenal, TNI AU, dan ANTARA FOTO

Anton berpandangan, jika Panglima TNI pilihan Jokowi adalah salah satu di antara kepala staf angkatan matra TNI, maka Jokowi akan melantik juga kepala staf angkatan matra TNI-nya.

"Waktunya bisa bersamaan dan juga bisa tidak, tergantung Pak Presiden. Komisi I hanya memberikan penilaian terhadap usulan presiden atau pemerintah," tutur Anton.

Anton juga menjelaskan pertimbangan lainnya adalah saat ini Komisi I sedang membahas program kerja TA 2022, termasuk anggaran TNI. Atas dasar itu, ada baiknya belum dilakukan pergantian Panglima TNI karena saat ini, program kerja masih menjadi tanggung jawab Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Akan kurang efektif pelaksanaannya nanti apabila dilakukan pergantian di tengah proses pembahasan dan penetapan anggaran tahun 2022," pungkasnya.

Hingga saat ini, surpres pergantian Panglima TNI belum dikirim Presiden Jokowi ke pimpinan DPR. Per 3 September, belum ada surpres pergantian Panglima TNI yang dikirim ke Kompleks Parlemen, Senayan.

embed from external kumparan