Jokowi Ingin Pelantikannya Sederhana: Kalau Mau Arak-arakan Boleh

Presiden Jokowi menerima jajaran pimpinan MPR di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/10). Mereka bertemu secara tertutup untuk membahas pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Minggu (20/10).
Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan agar acara pelantikan dilakukan sederhana. Namun, tetap berkesan layaknya momen sekali dalam hajat lima tahunan.
"Saya juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan upacara dan perayaan di dalam pelantikan dilakukan sederhana saja, tapi juga tanpa mengurangi kekhidmatan dan keagungan acara itu," kata Jokowi usai pertemuan.
Setelah dilantik, Jokowi mempersilakan para pendukungnya untuk menggelar syukuran bersama. Termasuk melakukan arak-arakan dari lokasi pelantikan di Gedung DPR/MPR ke Istana Kepresidenan, meski belum bisa dipastikan dengan jelas.
"Kalau mau syukuran juga tidak apa-apa, 'kan syukur," jelasnya.
"Kalau mau arak-arakan juga enggak apa-apa, ada arak-arakan, " imbuh Jokowi.
Sementara itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo memastikan pengamanan pelantikan pada Minggu besok akan lebih ketat. Hal itu sudah disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
"Pasti, karena sesuai dengan protap yang dimiliki pihak keamanan Polri maupun TNI, pengamanan tamu-tamu negara kita dijamin begitu menginjakkan kaki di tanah air kita, dan kembali ke tanah mereka selamat," ujarnya.
Pengamanan juga dilakukan seiring kehadiran para tamu kenegaraan. Dengan harapan, bisa memberikan kesan yang baik bagi semua pihak.
"Hampir seluruh negara ASEAN, negara tetangga kita confirmed hadir termasuk perdana menteri Australia hadir," jelasnya.
"Mudah-mudahan kepala-kepala negara, kepala pemerintahan, utusan khusus seluruh negara-negara maju, China, mengutus wakil perdana menteri, beberapa negara konfirmasi tapi untuk pastinya silakan cek ke menteri luar negeri," pungkasnya.
Pelantikan Jokowi-Ma'ruf Amin akan berlangsung pukul 14.30 WIB. Sekitar 30 ribu aparat gabungan akan berjaga selama prosesi pelantikan.
