Jokowi Jawab Isu Dinasti Politik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
62
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Jokowi usai menghadiri acara Apel Hari Santri Nasional 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (22/10/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi usai menghadiri acara Apel Hari Santri Nasional 2023 di Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (22/10/2023). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Jokowi dan keluarga menjadi sorotan karena disebut melakukan politik dinasti.

Hal ini berawal dari putra bungsunya, Kaesang Pangarep, yang menjadi Ketua Umum PSI. Anggapan itu semakin kencang ketika putra sulungnya sekaligus Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai cawapres pendamping Prabowo Subianto.

Terkait tuduhan itu, Jokowi menyerahkan masyarakat yang menilai.

"Ya, itu, kan, masyarakat yang menilai," kata Jokowi di Hutan Kota by Plataran, Senayan, Selasa (24/10).

Presiden Jokowi memberikan pernyataan terkait situasi terkini Konflik Palestina-Israel, Selasa (10/10/2023). Foto: Biro Setpres

Ia menegaskan, penentuan pemimpin ke depan sepenuhnya berada di tangan masyarakat. Bukan di tangan elite partai politik.

"Dalam pemilihan vote baik itu di pilkada, di pemilihan wali kota, pemilihan bupati, pemilihan gubernur dan presiden itu semuanya yang memilih itu rakyat yang menentukan itu," ujarnya.

"Rakyat yang mencoblos, itu rakyat. Bukan itu bukan elite, bukan partai. Itulah demokrasi," tegasnya.

kumparan post embed

Jokowi juga menjawab hubungannya dengan PDIP dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pasca Gibran diumumkan sebagai cawapres Prabowo. Ia mengatakan, hubungannya dengan PDIP dan Megawati masih baik.

"Baik-baik saja," pungkasnya.