Jokowi: Penanganan Banjir di Jakarta Bukan Pekerjaan Mudah, Harus Konsisten
·waktu baca 2 menit

Presiden Jokowi bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi meninjau proyek pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT), Selasa (24/1) pagi.
Jokowi mengatakan, penanganan banjir Jakarta merupakan masalah yang cukup kompleks. Sebab ada beberapa faktor yang memicu banjir di Jakarta.
"Ada yang namanya banjir rob, giant sea wall, tanggul laut dari atas belum selesai, masih dari pantai ke sini belum selesai," kata Jokowi usai meninjau proyek.
"Bukan pekerjaan yang mudah," lanjut dia.
Eks Gubernur DKI ini mengatakan, jika penanganan banjir Jakarta dilakukan secara konsisten, ia meyakini akan membuahkan hasil maksimal.
"Kalau konsisten kita kerjakan akan mengurangi, mengurangi, mengurangi sampai nanti akhirnya hilang,"
- Jokowi.
Lebih jauh, Jokowi berharap Sodetan Kali Ciliwung ini dapat mengurangi masalah banjir di Jakarta.
"Ini dari Sungai Ciliwung kalau sudah dibuka siaga 4 itu akan mengurangi 33 meter kubik per detik, gede banget. Kemudian kalau pada siaga 1, 63 meter kubik per detik, gede sekali karena terowongan ini salurannya ini 3,2 meter," jelas Jokowi.
"Kalau nanti sudah berfungsi, sangat mengurangi banjir yang ada di Jakarta. Kalau ini sudah, urusannya tinggal yang ketiga urusan pompa yang ada di sungai-sungai dan juga normalisasi Ciliwung, normalisasi sungai-sungai yang ada di Kali Pesanggrahan, Kali Angke, Kali Cipinang dan kali-kali yang lainnya juga harus dinormalisasi kalau kita ingin Jakarta tidak banjir," tutur Jokowi.
