Jokowi Pilih Saldi Isra Jadi Hakim MK karena Kapabilitas

Presiden Joko Widodo sudah memilih Saldi Isra menjadi hakim Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggantikan Patrialis Akbar. Menurut rencana, Jokowi akan melantik Saldi Isra pada Selasa (11/4).
"Menurut rencana besok dilantik," kata juru bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Pribowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/3).
Johan juga mengungkapkan alasan Jokowi memilih Saldi Isra jadi Hakim MK. Saldi, ditambahkan Johan, dipilih karena track record yang baik.
"Saldi adalah salah satu dari tiga nama yang diusulkan oleh Pansel (Panitia Seleksi). Presiden lebih memilih Saldi karena selama ini track recordnya baik, punya kapasitas serta kapabel," lanjut Johan.
Sebelumnya, tiga nama yang diserahkan Pansel Hakim MK kepada Jokowi selain Saldi Isra adalah dosen di Kupang dan NTT bernama Bernard L Tanya, dan Wicipto Setiadi yang telah purna tugas dari Kemenkumham.

Menurut rencana, pelantikan Saldi akan dibarengi dengan pelantikan anggota KPU dan Bawaslu yang juga baru saja dipilih pada pekan lalu.
Nama Saldi Isra tidak asing bagi orang yang mengikuti perkembangan hukum di Indonesia. Sebelum terpilih menjadi hakim konstitusi, Saldi sudah dianggap pemerintah sebagai tokoh yang kredibel. Buktinya, dia berkali-kali dipercaya menjadi panitia seleksi pimpinan lembaga hukum seperti KPK. Malah sebelumnya dia pernah ikut menyeleksi hakim konstitusi.
Diketahui, Saldi merupakan ketua pansel Hakim MK pada 2014 yang menghasilkan I Dewa Gede Palguna yang kini menjadi hakim konstitusi.
Baca juga: Saldi Isra Dipilih Jokowi Jadi Hakim MK
Baca juga: Saldi Isra, Hakim Konstitusi yang Sudah Akrab dengan MK
