Jokowi, Sepeda, dan Jawaban 10x10x4 = 404

Presiden Jokowi memang identik dengan kuis dan hadiah sepeda. Dan sering muncul hal-hal lucu ketika kuis ini digelar. Seperti yang terjadi saat Jokowi membagikan 1.000 Kartu Indonesia Pintar di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur, yang dihadiri ribuan siswa.
“Saya ingin ada yang maju, yang hapal Pancasila silakan maju, sebentar tunjuk jari dulu," ujar Jokowi membuka acara kuisnya, Rabu (24/5), seperti dikutip dari Antara.
Seorang anak yang maju adalah pelajar SMPN 1 Malang Asaka Habibullah yang berhasil dengan lancar menyebutkan lima sila Pancasila sehingga mendapatkan sepeda.
Siswa kedua adalah M Febriansyah dari SMAN 1 Malang yang diminta Presiden untuk menyebutkan 7 pulau di Indonesia dan ia pun berhasil menyebutkan Kalimantan, Jawa, Sumatera, Sulawesi, Papua, Bali, dan Lombok.
"Coba sekarang yang anak-anak SD, ini perkalian, nah siapa yang ingin maju tunjuk jari perkalian, kok tidak ada yang tunjuk jari perkalian?" tanya Presiden Jokowi.
Akhirnya seorang siswi SDN Percobaan 1 Malang bernama Alisa kelas 4 maju ke panggung.
"Perkalian yang mudah ini, 10x10x4 berapa?" tanya Jokowi ke Alisa.
"404," jawab Alisa. Jawaban spontan Alisa jelas mengundang tawa.
"Lah coba 10x10 berapa?" tanya Jokowi.
"100," jawab Alisa.
"Lalu dikali 4?" tanya Jokowi.
"400," jawab Alisa.
"Nah tadi kok ada 4-nya?” komentar Jokowi.
Meski demikian, Jokowi tetap menghadiahi bocah itu sepeda. “Sana ambil sepedanya," kata Jokowi sambil tertawa.
Kuis Silat
Selain perkalian, Presiden pun meminta seorang pelajar mempraktikkan silat.
"Terakhir, anak-anak ada yang bisa silat tidak? Siapa yang bisa silat, sebentar, tunjuk jari dulu," kata Jokowi.
Seorang pelajar bernama In'am pun maju ke panggung dan mempraktikkan sejumlah jurus silat yang disambut Jokowi dengan sahutan "iyap, iyap" sepanjang Inam melakukan silat.
"Sekarang sebutkan 3 provinsi," kata Jokowi.
"Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat," kata In'am "Jangan Jawa terus dong di luar Pulau Jawa," komentar Jokowi.
"Sumatera Utara," jawab In'am.
Dana Pendidikan dari KIP
Sebelum mengadakan kuis, Jokowi berpidato tentang KIP yang dibagikannya.
"Senang sekali hari ini bertemu dengan anak-anakku semuanya, dan tadi kita sudah serahkan 1.000 Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang pagi ini kita serahkan di Kota Malang. Coba kartunya diangkat semuanya, diangkat jangan turun dulu mau saya hitung 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 1.000 benar," kata Jokowi.
Jokowi hadir bersama dengan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhamad Nasir, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Sidarto, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan Wali Kota Malang M Anton.
Dari 1.000 KIP yang dibagikan, adalah 189 untuk siswa SD, 218 untuk siswa SMP, 213 untuk siswa SMA, dan 311 untuk siswa SMK.
"Saya senang sekali program penyetaraan diikutkan hari ini. Jadi siswa SD mendapatkan Rp 450 ribu, yang SMP mendapat Rp 750 ribu dan yang SMA/SMK mendapat Rp1 juta, sedangkan kesetaraan paket A mendapat seperti SD, kesetaraan paket B seperti SMP dan kesetaraan paket C seperti SMA. Cukup tidak? Yang bilang tidak cukup maju, silakan maju," ungkap Presiden kepada ribuan pelajar di hadapannya.
Jadi siswa SD mendapatkan Rp 450 ribu, yang SMP mendapat Rp 750 ribu dan yang SMA/SMK mendapat Rp1 juta, sedangkan kesetaraan paket A mendapat seperti SD, kesetaraan paket B seperti SMP dan kesetaraan paket C seperti SMA. Cukup tidak? Yang bilang tidak cukup maju, silakan maju.
Presiden pun mengingatkan agar uang itu digunakan untuk kebutuhan sekolah seperti membeli buku, seragam, sepatu maupun tas tapi tidak boleh digunakan untuk membeli pulsa.
"Kita ingin anak-anak SD semua lulus masuk SMP, dari SMP lulus masuk SMA/SMK dengan KIP yang sudah kita berikan. Saya harapkan anak-anak terus belajar karena dengan belajar itulah anak-anak akan mencapai cita-cita yang kita inginkan,” bebernya
Jokowi juga berpesan agar para siswa konsentrasi belajar dengan adanya KIP karena dana pendidikan bisa diambil dari KIP.
"Ya saya titip belajar yang baik karena sudah diberikan KIP artinya apa? Kebutuhan yang ada bisa diambil dari dana itu dan anak-anak harus konsentrasi belajar untuk meraih cita-cita kita karena nantinya 10, 20, 30 tahun yang akan datang persaingan makin ketat, kompetisi makin ketat baik mencari pendidikan yang lebih tinggi baik mencari pekerjaan, tugas anak-anak untuk terus belajar, jangan lelah," tegas Presiden mengakhiri sambutannya.

