Jokowi soal Lokasi Pasien Positif Corona Dirahasiakan: Hitung Kepanikan

Data kasus corona di Indonesia terus meningkat hingga kini mencapai 34 orang positif terinfeksi,, dengan 2 di antaranya meninggal, menurut data Presiden Jokowi.
Namun, pemerintah yang rutin mengumumkan perkembangan kasus ini tiap hari, tidak mau mengungkap di mana saja para pasien itu dirawat. Padahal, beberapa negara mengumumkan terbuka. Kenapa?
"Sebetulnya ingin kita sampaikan, tetapi kita juga berhitung kepanikan dan kesehatan di masyarakat," ucap Presiden Jokowi di Soekarno-Hatta, Jakarta, Jumat (13/3).
Selain itu, pemerintah memperhitungkan situasi pasien apabila sudah sembuh dan kembali ke masyarakat. Jangan sampai ada penolakan dari masyarakat.
Jokowi menyebut terkait kasus corona intinya ada data bisa disampaikan seperti usia pasien, dan ada yang tidak bisa seperti daerah pasien.
"Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat. Kita semuanya berusaha keras tangani dan atasi. Karena virus corona tidak kenal batas negara," bebernya.
"Tiap negara punya policy berbeda-beda (soal publikasi data)," imbuh Jokowi.
Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Kemenkes tidak punya data yang rigid soal kasus corona di Indonesia. Di antaranya ada kasus-kasus yang diumumkan jenis kelaminnya, ada yang tidak.
Kemudian Kemenkes merahasiakan lokasi dan asal negara, tapi Pemda dan beberapa rumah sakit malah mengungkap. Belum lagi data yang tidak menyeluruh di website Kemenkes.
