Jokowi soal Pilot Susi Air: Kita Jangan Dilihat Diam Loh, Tadi Malam Pun Rapat
·waktu baca 2 menit

Hingga saat ini, pilot Susi Air Kapten Phillips Mertens masih disandera oleh KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya. Kabar terakhir, KKB meminta tebusan Rp 5 miliar sebagai syarat untuk membebaskan pilot asal Selandia Baru itu.
Presiden Jokowi menegaskan pemerintah tidak tinggal diam. Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya agar bisa membebaskan Kapten Phillip Mertens.
"Kita ini jangan dilihat diam, loh, ya. Kita ini sudah berupaya dengan amat sangat, tetapi tidak bisa kita buka apa yang sudah kita upayakan, apa yang sudah kita kerjakan di lapangan," kata Jokowi di Kota Jayapura, Jumat (7/7).
Jokowi juga mengungkapkan malam tadi, Kamis (6/7), sempat menggelar rapat soal upaya pembebasan Kapten Phillips Mertens.
"Tadi malam pun kita sudah rapat juga. Enggak bisa disampaikan isinya apa dan upayanya apa, tapi pemerintah sudah berusaha keras untuk menyelesaikan persoalan itu dan masih dalam proses terus. Tapi tidak bisa kita buka kepada publik," tuturnya.
Soal Australia dan Papua Nugini yang disebut mendukung kelompok yang berseberangan dengan Indonesia, Jokowi mengatakan sudah berbicara dari hati ke hati kepada kedua negara mengenai hal itu.
"Dan kita harapkan dengan dua kunjungan yang telah kita lakukan itu bisa meredam konflik-konflik, keinginan-keinginan, dan ini akan kita teruskan baik di bidang ekonomi terutama baik kerja sama di bidang mining, baik di bidang industrial downstreaming hilirisasi yang akan kita jalin dengan baik, baik dengan Australia maupun dengan Papua Nugini. Karena apa pun dua negara itu sangat berpengaruh di region kita," pungkasnya.
