Jokowi Targetkan 30.000 Ha Lahan Digarap Jadi Lumbung Pangan Nasional Tahun Ini

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo saat meninjau lumbung pangan nasional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo saat meninjau lumbung pangan nasional di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Jokowi meninjau langsung dua lokasi yang akan dijadikan lumbung pangan nasional, Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah Kamis (9/7). Di Kabupaten Pulang Pisau, Jokowi menyebut, pihaknya menargetkan akan ada 30 ribu hektar lahan yang dijadikan lumbung pangan nasional tahun ini.

"Lumbung pangan mulai sudah dikerjakan, dua minggu ini terutama untuk urusan irigasinya dulu dan tahun ini insyaallah akan kita selesaikan kurang lebih 30.000 hektar terlebih dahulu," kata Jokowi di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng, Kamis, (9/7)

"Kemudian berikutnya akan dalam satu setengah tahun sampai maksimal dua tahun, akan ditambah lagi 148.000 Ha. Baik itu di Kabupaten Pulang Pisau maupun di Kabupaten Kapuas," sambungnya.

Presiden Jokowi tinjau project lumbung pangan nasional di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7(. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga membeberkan alasan pemerintah membentuk program lumbung pangan nasional. Salah satunya adalah karena prediksi krisis pangan yang disampaikan organisasi pangan dunia (FAO).

"Untuk apa ini kita siapkan, saya kira kita tahu semuanya FAO sudah memberikan peringatan bahwa krisis pangan akan melanda dunia karena pandemi juga karena memang adanya musim yang tidak bisa diatur dan diprediksi," beber mantan Wali Kota Solo itu.

kumparan post embed

Atas dasar itu, Jokowi menuturkan, pemerintah saat ini memilih menyiapkan cadangan logistik nasional tersebut. Jika nantinya cadangan di dalam negeri berkurang, nantinya pangan akan disalurkan dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

"Kita harapkan dengan cadangan strategis pangan kita ini betul-betul bisa kita atur kalau memang dalam negeri kekurangan, akan di-supply dari sini, entah itu bisa padi bisa singkong, jagung, atau bisa cabe. Semuanya akan di-manage dengan managemen yang ada, dan kalau sisa itulah yan akan kita ekspor ke negara lain," tandas Jokowi.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

embed from external kumparan