Jokowi Telepon Kapolri, 24 Pelaku Pungli Sopir Kontainer Ditangkap Polres Jakut
·waktu baca 2 menit

Polres Jakarta Utara menangkap 24 pelaku pungli terhadap sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok. Kapolres Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan pelaku saat ini telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diperiksa.
"Sudah kita amankan ada 24, lagi kita periksa secara intensif," kata Guruh saat dikonfirmasi, Kamis (10/6).
Guruh mengatakan mereka ditangkap di dua lokasi berbeda. Meski begitu modus mereka sama, meminta bayaran dari para sopir truk secara tidak resmi.
"Satunya di depo PT Greating Fortune Container, satunya lagi di depo PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta," kata Guruh.
Kepolisian masih mendalami keterangan para pelaku. Termasuk mencari tahu adanya pihak lain yang memungut dari mereka.
Guruh mengatakan pemberantasan pungli tidak akan berhenti di sini. Jika ditemukan kembali praktik itu pihaknya tidak segan untuk menindak tegas mereka.
"Ya kalau masih terjadi lagi akan kita tindak tegas. Ini kan memberatkan para pengemudi," kata Guruh.
Sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok sebelumnya menyampaikan keluhan pungli ke Presiden Jokowi.
Mendengar keluhan itu Jokowi langsung menelepon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.
"Pak Kapolri, selamat pagi, ini saya di Tanjung Priok ada keluhan, banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli di Fortune, di NPCT1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," kata Jokowi.
"Yang kedua juga kalau pas macet, itu banyak driver-driver yang di palak sama preman-preman ini tolong bisa diselesaikan, itu saja," imbuhnya.
Mendapati laporan tersebut, Sigit langsung bergerak memerintahkan jajarannya menindak para pelaku pungli.
