Jokowi: Virus Corona Selesai Kapan? WHO Pun Belum Bisa Prediksi, Bukan Menakuti

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
Presiden Jokowi di sela-sela peluncuran paket obat isoman di Istana Merdeka, Kamis (15/07/2021). Foto: Dok. Agus Suparto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Jokowi di sela-sela peluncuran paket obat isoman di Istana Merdeka, Kamis (15/07/2021). Foto: Dok. Agus Suparto

Presiden Jokowi menyinggung soal lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di luar Pulau Jawa. Namun, ia juga mengutarakan di saat yang bersamaan, terjadi penurunan kasus corona di Pulau Jawa.

Penurunan kasus di Jawa, ia dapat setelah mengecek angka keterisian tempat tidur atau BOR di Wisma Atlet.

"Saya tadi pagi juga sudah ngecek di Wisma Atlet misalnya yang dulu hampir 90 persen, pagi tadi saya cek angka keterisian tempat tidur di angka 38 persen. Dulunya 90 persen, hampir penuh, ini juga patut kita syukuri," kata Jokowi saat Pemberian Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) Tahun 2021 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (30/7).

"Dan saya lihat angka di wilayah-wilayah di Pulau Jawa mulai turun. Tapi di luar Jawa gantian naik," lanjut dia.

embed from external kumparan

Jokowi menyebut kenaikan kasus di luar Pulau disebabkan oleh varian delta yang menyebar sangat cepat. Oleh sebab itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bekerja lebih keras demi bertahan dari pandemi corona.

"Keadaan ini saya ngomong apa adanya, bukan menakut-nakuti tapi virus corona ini akan selesai kapan? WHO pun belum bisa memprediksi juga,"

- Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi kembali menjelaskan bahwa langkah yang diambil pemerintah untuk menangani pandemi corona adalah memprioritaskan sektor kesehatan. Namun, aspek ekonomi juga tak bisa diabaikan.

Ia menyebut Indonesia tak bisa mengambil kebijakan lockdown. Karena jika lockdown maka ekonomi masyarakat akan terancam.

"Tidak bisa kita tutup, lockdown seperti negara lain. Lockdown artinya tutup total. Kemarin PPKM darurat kan semi lockdown, itu masih semi saja saya masuk kampung, saya masuk ke daerah semuanya menjerit untuk dibuka," tutup dia.