JPL 1 Karet Kerap Diterobos, Warga: Banyak Pengendara Kagak Sabar

Warga di sekitar perlintasan sebidang JPL 1 Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyoroti kebiasaan sejumlah pengendara yang masih menerobos palang perlintasan saat kereta akan melintas.
Rubino (29), warga sekaligus Ketua Karang Taruna RW 005 Karet, mengatakan kebiasaan pengendara menerobos perlintasan menjadi salah satu persoalan yang kerap ia lihat di lokasi.
“Kecelakaan di stasiun Karet ini, terutama karena banyak pengendara yang menerobos jalur rel kereta sih,” kata Rubino saat ditemui kumparan di sekitar lokasi, Selasa (25/8).
Menurutnya, kepadatan di sekitar perlintasan juga dipengaruhi oleh tingginya frekuensi kereta yang melintas. Kondisi tersebut semakin kompleks karena setelah perlintasan, ada lampu lalu lintas yang menahan arus kendaraan.
“Cukup crowded karena pertama, banyaknya kereta yang lewat, misalnya nih dalam satu kali pemberhentian ada 4 kereta lewat, dari kereta stasiun bandara, terus dari kereta Karet lainnya, terus ditambah adanya lampu merah menghambat lalu lintas untuk kelancarannya,”
Hal serupa disampaikan Rahmat (52), pengemudi ojek yang kerap mangkal di depan pintu keluar Stasiun Karet. Dia mengatakan sebagian pengendara masih berusaha menerobos meski telah terdapat pembatas di sekitar perlintasan.
“Jadi kalau seandainya banyak kereta datang gitu, orang masih pada kagak sabaran gitu lho,” ujar Rahmat.
Menurutnya, perilaku tersebut masih terlihat meski fasilitas pembatas telah tersedia di lokasi.
“Udah dikasih pembatas, masih banyak juga yang nerobos gitu. Masih kurang sabar gitu. Nah makanya ya mungkin di sini karena sering kejadian,”
Taksi listrik Green SM tertabrak KRL Commuter Line KA 5744B relasi Angke-Manggarai di JPL 1 Karet pada Senin (24/8) sekitar pukul 20.44 WIB.
Dalam kejadian tersebut, 3 orang mengalami luka, terdiri dari satu pengemudi dan dua penumpang, dan seluruhnya dibawa ke RS Mintohardjo untuk mendapat perawatan.
KAI menyebut taksi berhasil dievakuasi dari jalur kereta sekitar pukul 21.08 WIB. Insiden tersebut juga membuat perjalanan KA 5744B mengalami keterlambatan sekitar 30 menit untuk proses penanganan dan pemeriksaan rangkaian.
