Jumlah Siswa Keracunan MBG di Banggai Kepulauan, Sulteng, Bertambah Jadi 294

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polres Banggai Kepulauan saat memasang police line di tempat SPPG atau rumah produksi makanan, Kamis (19/9/2025). Foto: Polres Banggai Kepulauan
zoom-in-whitePerbesar
Polres Banggai Kepulauan saat memasang police line di tempat SPPG atau rumah produksi makanan, Kamis (19/9/2025). Foto: Polres Banggai Kepulauan

Jumlah siswa yang keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulteng, terus bertambah.

Berdasarkan data per Kamis (18/9) sekitar pukul 18.00 WITA, siswa yang keracunan makanan dari program Presiden Prabowo Subianto itu telah mencapai 294 orang — bertambah dari angka 230 orang.

“Dari data RSUD Salakan sudah mencapai 294 orang,” kata Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Ronaldus Karurukan.

Ratusan siswa-siswi dari jenjang SD, SMP, hingga SMA ini rata-rata mengalami gejala mual, pusing, muntah hingga kejang-kejang usai mengkonsumsi makanan siang MBG.

kumparan post embed

Menu yang disantap berupa ikan tuna saus, tahu goreng, sayur asam jagung, dan buah jeruk.

“Mereka langsung diberikan perawatan medis,” sambungnya.

Meski jumlah korban terus bertambah, kata Ronaldus, juga terdapat ratusan siswa yang kondisinya mulai membaik. Bahkan, telah dipulangkan ke rumah masing-masing atau rawat jalan.

“Sudah banyak juga yang pulang. Totalnya, untuk pasien kembali sudah ada 243 orang dan yang masih dirawat sekitar 51 orang,” katanya.

Polres Banggai Kepulauan saat memasang police line di tempat SPPG atau rumah produksi makanan, Kamis (19/9/2025). Foto:Polres Banggai Kepulauan

Rumah SPPG Disegel Polisi

Ronaldus mengatakan, telah memeriksa sejumlah saksi. Termasuk petugas Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dan juga mengamankan sampel makanan.

“Kita mendatangi rumah sakit, kemudian meminta keterangan dari petugas yang ada di rumah sakit maupun orang tua siswa yang mengalami gejala-gejala pusing, mual, dan muntah,” katanya.

“Kami akan kawal hingga tuntas, baik terkait kesehatan para siswa maupun penyelidikan penyebab pasti peristiwa ini,” imbuhnya.

Polres Banggai Kepulauan saat memasang police line di tempat SPPG atau rumah produksi makanan, Kamis (19/9/2025). Foto: Polres Banggai Kepulauan

Selain memeriksa petugas yang menyediakan makanan, polisi juga menyegel tempat produksi makanan atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Kami menyegel lokasi penyedia makanan tersebut,” katanya. Penyegelan ini, kata dia, bersifat sementara hingga penyelidikan tuntas dilakukan.