Kabar Corona Dunia: Cara Inggris Lawan Omicron; Singapura Tunda Cabut Pembatasan

1 Desember 2021 6:47 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi globe. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi globe. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Semua negara di dunia masih berjuang melawan pandemi corona. Apalagi baru-baru ini, kemunculan varian omicron yang diklasifikasikan sebagai Varian of Concern (VOC) oleh WHO, menambah kewaspadaan sejumlah negara agar kasus positif tak semakin meningkat.
ADVERTISEMENT
Sejumlah cara dilakukan untuk pencegahan penularan varian ini. Mulai dari membatasi perjalanan dari negara selatan Afrika hingga penerapan prokes yang kembali diperketat.
Berikut kumparan rangkum kabar terbaru terkait corona dunia yang terjadi pada Selasa (30/11):
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berbicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB COP26 di Glasgow, Inggris. Foto: ANDY BUCHANAN/AFP
Warga Inggris Diminta Kembali Pakai Masker
Pemakaian masker dan langkah pencegahan penyebaran varian Omicron resmi berlaku di Inggris pada Selasa (30/11). Warga Inggris wajib memakai masker di tempat umum seperti angkutan umum, pusat perbelanjaan, bank dan salon.
Seluruh pendatang dan pelaku perjalan di Inggris juga wajib tes PCR dua hari setelah ketibaan. Mereka turut diwajibkan isolasi mandiri sampai hasil keluar.
Perdana Menteri Boris Johnson menyatakan langkah-langkah pencegahan wajib diberlakukan demi menghentikan penyebaran virus corona varian Omicron.
ADVERTISEMENT
"Langkah-langkah yang berlaku hari ini adalah tindakan proporsional dan bertanggung jawab, dan ini akan memberikan waktu untuk berhadapan dengan varian baru ini," ucap Johnson seperti dikutip dari Reuters.
Petugas melakukan bongkar muat vaksin moderna yang baru tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/8). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
Bos Moderna Sebut Vaksin COVID-19 Tak Akan Efektif Lawan Omicron
Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel, mengatakan vaksin yang ada tak akan efektif melawan varian Omicron. Padahal, Moderna sendiri saat ini memiliki efikasi lebih dari 90 persen terhadap COVID-19.
Namun, untuk menghadapi varian-varian baru termasuk Omicron, Bancel menyatakan efektivitas vaksin COVID-19 tak akan sama. Bahkan, hal itu sudah terlihat saat varian Delta menyebar di dunia pertengahan 2021 ini.
"Tak ada di dunia, di mana (efektivitas vaksin) berada di tingkat sama, kita melihat ini di Delta," kata Bancel seperti dalam wawancara dengan Financial Times seperti dikutip dari AFP.
ADVERTISEMENT
"Saya pikir akan ada penurunan material. Saya tidak tahu seberapa banyak karena kami harus menunggu datanya. Tapi seluruh ilmuwan yang saya ajak bicara mengatakan ini sepertinya tidak akan baik-baik saja," sambung dia.
Ilmuwan Ospedale Pediatrico Bambino Gesu merilis ilustrasi penampakan virus corona varian Omicron yang menunjukkan mutasinya lebih banyak dibanding Delta. Foto: Ospedale Pediatrico Bambino Gesu / Handout via REUTERS
BioNTech Buat Vaksin Khusus untuk Lawan Varian Omicron
Perusahaan farmasi BioNTech SE (22UAy.DE) mengatakan, mereka sudah mulai bekerja membuat vaksin khusus untuk melawan varian Omicron.
Pengembangan vaksin ini dilakukan bersamaan dengan pengembangan vaksin Pfizer (PFE.N).
"Langkah pertama mengembangkan vaksin baru yang potensial untuk mengevaluasi apakah suntikan baru akan diperlukan," tulis keterangan BioNTech dikutip dari Reuters.
Namun demikian, BioNTech menuturkan, mereka masih memerlukan lebih banyak data laboratorium selama dua minggu ke depan untuk meneliti varian Omicron.
Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock
7 Negara yang Deteksi Varian Omicron Alami Kenaikan Kasus
ADVERTISEMENT
Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, dari total 7 negara yang mayoritas berada di Eropa dan melaporkan adanya varian Omicron, hanya Israel yang tak menunjukkan peningkatan kasus.
"Hingga saat ini beberapa wilayah atau negara telah mengkonfirmasi adanya kasus Omicron sebagai contohnya Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan Israel. Dari 7 negara tersebut, 6 di antaranya tengah menunjukkan kenaikan kasus," kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/11).
Sejumlah negara yang mengalami peningkatan kasus tersebut berada di kawasan Eropa. Saat ini Eropa menjadi benua dengan kasus corona yang paling banyak dilaporkan terjadi.
"Bahkan Italia, Jerman, Belanda, mengalami kenaikan kasus tajam. Hanya Israel yang kasusnya belum menunjukkan kenaikan," lanjut Wiku.
ilustrasi wisatawan yang berkunjung ke Singapura Foto: Shutter stock
Singapura Tunda Pencabutan Pembatasan
ADVERTISEMENT
Singapura akan menunda pencabutan pembatasan kegiatan merespons munculnya varian Omicron. Pemerintah Singapura menyatakan, mereka masih akan mengevaluasi langkah-langkah pembukaan kembali.
Seiring dari itu, pemerintah akan memperbanyak tes COVID-19 terutama bagi pendatang serta pekerja medis garis depan. Langkah lain demi mengurangi risiko penyebaran lokal varian Omicron akan pula dilakukan.
"Ini adalah hal bijaksana yang harus dilakukan saat kita berhadapan dengan ketidakpastian sangat besar," ucap Menkes Singapura Ong Ye Kung seperti dikutip dari Reuters.
Ong memastikan sampai sekarang belum ada penularan lokal varian Omicron ditemukan di Singapura.