Kabar Netanyahu Tewas Viral, Kantor PM Israel Angkat Bicara

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Knesset, Yerusalem, Senin (13/10/2025). Foto: Evan Vucci/Pool via Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Donald Trump berbincang dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Knesset, Yerusalem, Senin (13/10/2025). Foto: Evan Vucci/Pool via Reuters

Sejak pekan lalu, kabar bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tewas akibat gempuran Iran viral di media sosial. Rumor tersebut diperkuat dengan absennya kemunculan fisik Netanyahu di depan publik.

Netanyahu pertama kali muncul dalam sebuah pidato melalui video tak lama setelah serangan pada 28 Februari. Setelah itu, ia hanya tampil secara terbatas dan lebih sering menyampaikan pernyataan melalui rekaman video.

Pada 12 Maret malam waktu Israel, Netanyahu kemudian menggelar jumpa pers melalui Zoom. Kemunculan itu dinilai sebagai upaya menepis rumor bahwa dirinya telah tewas.

Namun, video tersebut justru memicu rumor baru, yakni tudingan bahwa rekaman itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), disertai berbagai analisis yang beredar di media sosial. Misalnya soal jarinya yang ada enam, mimik mukanya dan giginya yang aneh, dan lainnya.

instagram embed

Menanggapi maraknya isu tersebut, koresponden Anadolu Agency—media yang berbasis di Turki—menanyakan langsung kepada Kantor Perdana Menteri Israel apakah mereka memiliki tanggapan atas klaim di media sosial yang menyebut “Netanyahu telah tewas terbunuh”.

Kantor Perdana Menteri Israel pada Sabtu (14/3) membantah klaim tersebut.

“Ini adalah berita palsu; Perdana Menteri baik-baik saja,” kata kantor tersebut. Tak ada detail lebih lanjut.

Iran Akan Kejar Netanyahu

Warga Iran menghadiri pemakanan ratusa siswi SD yang tewas akbat pemboman AS-Israel di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026). Foto: Amirhossein Khorgooei/ISNA/WANA via Reuters

Sementara itu, Iran juga meningkatkan ancamannya terhadap Netanyahu. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan terus memburu PM Israel terlama tersebut.

Dalam pernyataan yang dikutip media Iran, IRGC menyebut Netanyahu sebagai penjahat yang harus dikejar.

“Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan seluruh kekuatan,” kata IRGC, dilansir Al-Jazeera, Minggu (15/3).

kumparan post embed