Kabar Terbaru Tragedi KA Tabrak KRL di Bekasi Timur

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus memunculkan perkembangan baru. Mulai dari investigasi dugaan gangguan persinyalan akibat taksi listrik Green SM, pemeriksaan terhadap masinis dan sopir taksi, hingga audit menyeluruh dari Kementerian Perhubungan menjadi rangkaian langkah yang kini dilakukan untuk mengungkap penyebab tragedi.

Di tengah proses investigasi, berbagai respons juga bermunculan, mulai dari permintaan maaf PT KAI, pemasangan palang pintu sementara di lokasi kejadian, pembukaan kembali jalur kereta, hingga bantuan bagi korban dari pemerintah daerah. Berikut rangkuman perkembangan terbaru penanganan dan penyelidikan kecelakaan kereta di Bekasi Timur.

Dirut KAI investigasi kabar taksi hijau ganggu sinyal kereta berujung tabrakan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mendalami kebenaran isu yang menyebutkan bahwa armada taksi listrik Green SM yang tertabrak KRL memicu gangguan sistem persinyalan kereta karena adanya korsleting listrik sebelum KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) lalu.

"Masih investigasi," ucap Bobby singkat saat melakukan uji coba KRL di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Bobby juga menegaskan bahwa seluruh proses pengusutan saat ini masih berada di ranah Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Kita mendukung penuh investigasi yang sedang dan akan dilakukan oleh KNKT. Dan tentunya kita juga akan mematuhi dan mengikuti semua rekomendasi yang akan dikeluarkan oleh KNKT. Untuk sementara itu yang bisa saya sampaikan," jelas Bobby saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur pada hari yang sama.

Dirut KAI minta maaf atas tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka menyusul tragedi kecelakaan maut yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4) lalu.

"Pertama, tentunya kami tiada hentinya meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya ke seluruh masyarakat, khususnya para pengguna jasa atas kejadian kemarin ini di wilayah Bekasi Timur yang menimbulkan korban dan tentunya gangguan perjalanan kereta," ujar Bobby dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4) pagi.

Bobby menegaskan pihak KAI merasakan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang turut mengganggu layanan operasional kereta api tersebut.

"Selanjutnya kami sampaikan lagi permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini dan kami terus berkomitmen untuk melakukan peningkatan, perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan," tegasnya.

KA vs KRL di Stasiun Bekasi Timur: dua jalur rel sudah bisa dilalui kereta jarak jauh

Seluruh proses evakuasi setelah KA Argo Bromo dan KRL tabrakan selesai dilakukan di Stasiun Bekasi Timur.

"Jalur hilir itu telah dibuka hari Selasa kemarin tanggal 27 jam 01.30 dini hari. Sehingga jalur itu sudah bisa dilewati oleh kereta-kereta jarak jauh dari arah timur," kata Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dalam konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Jalur hulu merupakan jalur kereta dari Jakarta menuju ke berbagai daerah di Timur Pulau Jawa.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Tadi malam jam 2, alhamdulillah jalur hulunya telah bebas dari puing-puing dan kita sudah pastikan bersama KNKT juga, memastikan keselamatan pemakaian jalur ini untuk kereta-kereta jarak jauh," tambah dia.

KAI pasang palang pintu di perlintasan Bekasi Timur: sementara, bukan resmi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memasang palang pintu sementara di perlintasan sebidang Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (29/4).

“Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api,” ujar Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, dalam keterangannya Rabu (29/4).

Menurut Franoto, palang pintu sementara tersebut akan dijaga melalui swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

“Keberadaan palang pintu sementara ini diharapkan dapat membantu pengaturan akses di perlintasan, sambil menunggu evaluasi dan penanganan lebih lanjut,” katanya.

KDM siapkan dana Rp 20 miliar untuk biaya pengobatan korban kecelakaan kereta

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengunjungi korban kecelakaan maut kereta di RSUD Kota Bekasi, Rabu (29/4).

"Kalau ada pasien yang pembayarannya kurang, nanti bisa terkompensasi dari dana Rp 20 miliar yang kita siapkan,” kata KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Provinsi Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Selain itu, KDM juga akan memberikan bantuan Rp 10 juta kepada para korban.

“Korban yang dirawat ada yang sementara berhenti kerja, ada yang biasanya mendapat penghasilan harian. Saya titip masing-masing Rp 10 juta supaya keluarganya tenang, anak-anaknya tetap bisa sekolah,” tegasnya.

Menhub mulai investigasi taksi Green SM, bakal tindak pelanggaran serius

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai melakukan audit investigasi terhadap perusahaan taksi Green SM imbas insiden kecelakaan KRL Commuter Line juga KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur pada Senin malam (27/4).

“Jadi audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek operasional, aspek teknis, aspek sumber daya manusia dan ini masih berlangsung,” kata Dudy dalam konferensi pers terkait kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Dudy menyebut investigasi ini bertujuan untuk memastikan bagaimana perusahaan taksi asal Vietnam tersebut mematuhi aturan.

“Kami akan meng-update hasil investigasi tersebut, dan yang perlu kami sampaikan bahwa kami tidak akan segan-segan melakukan penindakan apabila ditemukan pelanggaran-pelanggaran yang cukup serius,” jelasnya.

Menhub soal taksi Green SM: audit investigasi masih berjalan, mohon bersabar

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap perusahaan taksi listrik Green SM yang kendaraannya menjadi pemicu kecelakaan beruntun KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

"Kami ingin memastikan betul bagaimana perusahaan tersebut dalam memberikan layanan kepada publik apakah mematuhi kaidah-kaidah keselamatan dan operasional sebagai perusahaan taksi. Jadi kami meminta kesabarannya dan kami akan meng-update kepada rekan media hasil dari audit investigasi tersebut," ucap Menhub Dudy saat konferensi pers di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin meninjau kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur pasca kecelakaan, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Dudy menjelaskan pemeriksaan dari Kemenhub tidak hanya fokus pada unit kendaraan yang mogok di lintasan rel, melainkan membedah seluruh sistem di perusahaan pool taksi tersebut.

"Audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek, baik operasional, teknis, maupun sumber daya manusia, dan ini masih berlangsung," tegasnya.

Polda Metro Jaya akan periksa masinis soal kecelakaan KA vs KRL di Bekasi besok

Polda Metro Jaya menjadwalkan pemeriksaan terhadap masinis KA Argo Bromo Anggrek usai menabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam lalu.

“Untuk agenda riksa petugas, masinis, petugas stasiun, polsuska dari PT. KAI akan dilaksanakan di kantor PT. KAI, akan dilaksanakan besok hari kamis tanggal 30 april 2026,” kata Budi saat dihubungi, Rabu (29/4).

Masinis KA Argo Bromo Anggrek, Nofiandri, usai tabrakan KA vs KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Foto: Dok. Trainspotter ID

Budi menambahkan, untuk pemeriksaan sopir taksi Green SM yang menjadi 'biang kerok' kecelakaan ini telah dilakukan Polres Metro Bekasi Kota pada kemarin dan hari ini.

"Untuk driver taksi online diminta keterangan kemarin Selasa dan hari ini Rabu di Polrestro Bekasi Kota," jelas Budi.

Polisi pakai teknologi TAA untuk gambarkan kecelakaan kereta di Bekasi Timur

Korlantas Polri telah merampungkan pelaksanaan Traffic Accident Analysis (TAA) atau analisis kecelakaan lalu lintas di lokasi tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang terjadi pada Senin (27/4) malam lalu.

“Korlantas telah melaksanakan TAA di TKP,” kata Sandhi saat dihubungi, Rabu (29/4).

Alat traffic accident analysis (TAA) milik Korlantas Polri dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Selasa (28/4/2026). Foto: ANTARA/HO-Korlantas Polri

Ia menjelaskan, TAA dilakukan dengan memindai lingkungan sekitar lokasi kejadian, termasuk barang bukti berupa taksi dan rangkaian kereta.

“TAA dilakukan dengan cara scanning lingkungan di TKP, scanning BB (barang bukti) taksi, serta scanning kereta api yang bertujuan untuk mengilustrasikan kejadian laka pada saat sebelum, ketika, serta pasca-kecelakaan. Hal ini bertujuan untuk membuat terang suatu perkara pidana dan menentukan strategi penyidikan lebih lanjut,” jelas dia.

Polisi selidiki kelalaian sopir taksi & keberadaan palang pintu di Bekasi Timur

Polisi menyelidiki tabrakan KRL dengan taksi Green SM di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.

"Fokus penyidikan yang dilakukan oleh Penyidik Laka Satlantas Polres Metro Bekasi Kota mungkin saja pada kelalaian sopir serta kewajiban Pemerintah Kota Bekasi dalam menyediakan palang pintu kereta api sesuai aturan UU Perkeretaapian," kata Sandhi saat dihubungi, Rabu (29/4).

Terkait kemungkinan adanya kelalaian dari Pemda, Sandhi belum bisa memastikan.

"Tentunya akan dilakukan gelar perkara terlebih dahulu. Agar strategi penyidikannya tepat," tuturnya.

Usai tabrakan kereta, KAI pasang palang pintu di perlintasan Ampera Bekasi Timur

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mulai melakukan pemasangan palang pintu di perlintasan sebidang Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (29/4).

“Secara garis besar memang kita perhatikan lintasan-lintasan kereta api ini banyak yang tidak dijaga ya, banyak tidak dijaga," kata Prabowo di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Presiden Prabowo kemudian menyetujui pengajuan Pemkot Bekasi untuk membangun flyover pada perlintasan kereta tak terjaga tersebut.

"Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan dibuat flyover. Karena Bekasi ini juga padat ya. Dan keperluan kereta api itu sangat, sangat penting, sangat, sangat mendesak. Jadi saya sudah setujui segera dibangun flyover langsung oleh bantuan Presiden," tandasnya.