Kabasarnas: Evaluasi Pencarian KMP Tunu Jaya Dilakukan Usai 7 Hari Pencarian

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Basarnas Mohammad Syafii. Foto: Youtube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Basarnas Mohammad Syafii. Foto: Youtube/ TVR Parlemen

Basarnas masih melakukan evakuasi terhadap para penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Operasi evakuasi ini akan dievaluasi usai tujuh hari pencarian. Pencarian sudah dimulai sejak tanggal 3 Juli.

"Untuk operasi saya rasa akan tetap kita lanjutkan. Memang sesuai aturan kita 7 hari kita akan laksanakan evaluasi. Andai saja sebelum 7 hari itu sudah ditemukan semua berarti sudah selesai. Tapi kalau misalkan 7 hari itu belum semuanya ditemukan, pada saat itu kita akan laksanakan evaluasi dan operasi akan kita lanjutkan sesuai dengan kebutuhan," ujar Kepala Basarnas, Marsma TNI Mohammad Syafii, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (7/7).

Syafii menjelaskan, dalam upaya pencarian ini, ada 600 personel yang ikut turun ke lapangan dengan mengerahkan 18 kapal.

"Iya, jadi tidak mungkin dalam operasi kemanusiaan ini Basarnas berdiri sendiri. Saat ini yang sudah tergelar di lapangan saya sampaikan jumlah personel saja sudah lebih dari 600 personel. Begitu juga kapal yang sudah terlibat saat ini sudah lebih dari 18 kapal," tuturnya.

Mereka juga dibantu oleh penyelamat dengan keahlian khusus.

"Sebenarnya itu adalah penyelamat yang memiliki kemampuan untuk di bawah air secara khusus, dan itu sudah kita kirim dari Basarnas Special Group dari pusat," ucap dia.

"Kita 10 (orang) kemudian yang di daerah ada potensi-potensi yang memiliki kemampuan khusus. Artinya bahwa banyak sumber daya manusia yang ada di negara kita yang memiliki kemampuan entah karena hobi atau juga karena mereka memang diberikan tugas khusus," tambahnya.

KRI Teluk Ende-517 berlayar pada operasi SAR pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (5/7/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Sebelumnya, upaya pencarian bangkai KMP Tunu Pratama Jaya sudah mulai menemui titik terang. Data terbaru menunjukkan bahwa diduga kuat bangkai kapal tersebut telah bergeser sejauh kurang lebih 800 meter ke arah selatan dari lokasi ditemukan sebelumnya pada Jumat (5/7). Ditemukan di titik datum di kedalaman 40-60 meter di Selat Bali. Namun informasi soal titik koordinat belum diungkap.

KMP Tunu Pratama Jaya dengan rute Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menuju Gilimanuk, Bali itu tenggelam di Selat Bali pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB sekitar 25 menit setelah lepas jangkar. Penyebab kapal tenggelam diduga karena kebocoran mesin.

Hingga Senin (7/7) siang penumpang yang sudah berhasil dievakuasi yakni 30 orang selamat dan 9 orang tewas. Sementara 26 orang masih hilang.