Kaca Pintu KRL Bekasi Retak, KAI Commuter Selidiki Dugaan Adanya Pelemparan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi para pengguna KRL di Jakarta. Foto: Shutterstock

KAI Commuter tengah menelusuri penyebab retaknya kaca pintu pada rangkaian Commuter Line No. 5153B relasi Bekasi–Kampung Bandan via Manggarai yang terjadi pada Selasa (4/8).

Manager Public Relations KAI Commuter Leza Arlan mengatakan, kejadian itu diketahui saat rangkaian berada di Stasiun Bekasi sekitar pukul 17.38 WIB.

“Masinis yang sedang melakukan persiapan perpindahan kabin mendapati salah satu kaca pintu pada kereta kedelapan dalam kondisi retak,” kata Leza dalam keterangannya kepada kumparan, Selasa (4/8).

Setelah temuan tersebut, petugas segera berkoordinasi dengan unit terkait dan melakukan pemeriksaan guna memastikan keamanan rangkaian sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.

Sebagai tindak lanjut, petugas pengamanan melakukan penyisiran di sekitar jalur kereta. Sementara itu, petugas operasional memastikan kondisi rangkaian tetap aman untuk beroperasi.

Commuter Line 5153B kemudian diberangkatkan kembali dari Stasiun Bekasi pada pukul 17.42 WIB. Rangkaian tersebut selanjutnya dijadwalkan menjalani perbaikan di Stasiun Manggarai.

Leza menjelaskan, hasil pemeriksaan awal mengindikasikan retaknya kaca pintu diduga disebabkan benturan benda dari luar rangkaian. Namun, KAI Commuter masih melakukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.

Akibat insiden itu, perjalanan Commuter Line 5153B mengalami penyesuaian waktu sekitar delapan menit.

“Keselamatan dan keamanan perjalanan pengguna selalu menjadi prioritas utama KAI Commuter. Setiap laporan mengenai kondisi sarana akan segera ditindaklanjuti sesuai prosedur untuk memastikan perjalanan tetap aman dan andal,” ujar Leza.

KAI Commuter juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat membahayakan perjalanan kereta, termasuk melempar benda ke arah rangkaian kereta.

Menurut Leza, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan pengguna, petugas, maupun operasional perjalanan kereta api.

Ia menegaskan, KAI Commuter akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menelusuri insiden tersebut sekaligus berkomitmen memberikan layanan yang aman, selamat, dan nyaman bagi seluruh pengguna Commuter Line.

“Jika memang dari hasil pemeriksaan lanjutan atau bukti CCTV dipastikan terjadi pelemparan batu, kami akan bertindak tegas termasuk penegasan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan membahayakan keselamatan perjalanan kereta serta pengguna,” tutup Leza.

Sebelumnya, beredar unggahan di media sosial yang memperlihatkan kaca pintu KRL dalam kondisi retak. Dalam unggahan tersebut, keretakan kaca dinarasikan terjadi akibat lemparan benda dari luar rangkaian.

Hingga kini, KAI Commuter masih menyelidiki kebenaran dugaan tersebut.