Kades di Lampung Lapor ke BNPT, Ada 30 Warga Terpapar Paham NII

18 Oktober 2021 15:26
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kades di Lampung Lapor ke BNPT, Ada 30 Warga Terpapar Paham NII (46363)
searchPerbesar
Ilustrasi BNPT. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengungkap temuan 30 warga di Desa Sidodadi Asri terpapar paham radikal Negara Islam Indonesia (NII) di Lampung.
ADVERTISEMENT
Direktur Pencegahan BNPT yaitu Brigjen Pol R. Ahmad Nurwakhid mengatakan, temuan itu pertama kali dilaporkan kepala desa bernama Didik Marhadi. Dia pun memuji Didik.
“Diharapkan kepala desa yang lain di Indonesia mencontoh kades Sidodadi Asri tersebut agar lingkungan aman karena Kades merupakan garda terdepan di masyarakat,” kata Ahmad lewat keterangannya, Senin (18/10).
Sementara itu, Didik menuturkan, sebanyak 30 warganya terpapar paham NII. Hal itu terungkap lewat valid indikasi keterpaparan warganya. Temuan itu lalu dilaporkannya.
Namun, dia tak menjelaskan waktu terpaparnya 30 warga tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Yang sudah terdeteksi 30 orang, tapi sepertinya lebih banyak lagi. Sehingga kami butuh bantuan dari lembaga terkait, seperti BNPT dan pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini,” ujar Didik.
ADVERTISEMENT
Menurut Didik, temuan itu juga sudah dilaporkan ke NII Crisis Center. Sejauh ini sudah ada warganya yang dibina agar keluar dari paham NII.
“Alhamdulillah ada beberapa warga saya berhasil keluar dari kelompok radikal itu dan pihaknya akan terus berusaha untuk berusaha berdialog dengan warga yang masih aktif, semoga mereka bisa insaf semua dan kembali ke pangkuan NKRI,” tandasnya.
===
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020