KAI Akan Kooperatif Dalam Penyelidikan Kecelakaan Kereta vs 7 Motor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi kejadian tujuh motor tertabrak Kereta Api (KA) Malioboro Ekspres di perlintasan sebidang masuk Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Foto: Dok. Mili.id
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi kejadian tujuh motor tertabrak Kereta Api (KA) Malioboro Ekspres di perlintasan sebidang masuk Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan. Foto: Dok. Mili.id

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan duka cita atas peristiwa kecelakaan maut antara KA Malioboro Ekspres vs 7 motor di perlintasan JPL 08 dekat Stasiun Magetan, pada Senin (19/5).

VP Public Relations Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya proses penyelidikan yang saat ini dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kepolisian, dan pihak berwenang lainnya.

Anne menjamin, KAI akan kooperatif dalam proses investigasi kecelakaan ini. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan komitmen terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

"Kami menghormati dan mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Dalam setiap perjalanan kereta, ada banyak unsur keselamatan yang terlibat—manusia, alat kerja, dan sistem—dan semua itu perlu dikaji secara menyeluruh demi keselamatan kita bersama," ujar Anne dalam keterangan resminya, Kamis (22/5).

KAI mengingatkan kepada semua pihak untuk menghormati supremasi hukum di Indonesia, dengan tidak menyebarkan asumsi-asumsi atau spekulasi yang belum tentu benar.

"Tidak ada satu pun dari kita yang menginginkan peristiwa seperti ini terjadi. Oleh karena itu, mari kita fokus pada langkah-langkah nyata agar kejadian serupa tidak terulang, demi keselamatan dan ketertiban bersama," ucap Anne.

KAI juga menegaskan bahwa keselamatan petugas, pelanggan, dan masyarakat sekitar adalah prioritas utama. Kongkritnya, sejak awal kejadian KAI langsung fokus mengevakuasi korban, lalu mengamankan jalur.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba di Kantor Kereta Commuter Indonesia, Senin (27/2/2023). Foto: Ghinaa Rahmatika/kumparan

Serta memastikan perjalanan kereta lainnya tetap aman dan terkendali serta berkoordinasi dengan berbagai pihak mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, Manajemen KAI melalui Daop 7 Madiun telah menemui langsung keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa, permohonan maaf, dan memastikan semua proses dijalankan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab.

"Kami akan terus berupaya menjalankan setiap tahap penanganan dan penyelidikan ini dengan sebaik-baiknya, sebagai bentuk komitmen kami terhadap keselamatan dan kepercayaan publik," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, menyampaikan kecelakaan ini terjadi akibat palang pintu perlintasan kereta api terlalu dini dibuka.

"Kronologi awal, ketika KA Matarmaja melintas dari arah Madiun menuju Yogya, palang perlintasan sudah tertutup," kata Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa, Senin (19/5).

Setelah KA Matarmaja melintas, petugas perlintasan KA segera membuka palang pintu. Beberapa kendaraan yang sudah menunggu, yakni 7 motor itu segera melintas.

"Ternyata ada kereta lagi yang melintas, KA Malioboro Ekspres dari Yogya menuju Madiun. Terjadilah kecelakaan," kata Erik.

Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan 3 lainnya luka berat dalam peristiwa tersebut.