KAI: Cikampek dan Cigombong Bakal Dilayani KRL, Elektrifikasi Bertahap

Kereta Api Indonesia atau KAI berencana mengoperasikan kereta rel listrik (KRL) hingga wilayah Cikampek dan Cigombong. Pengembangan tersebut dilakukan bertahap seiring dengan pembangunan dan peningkatan elektrifikasi jalur.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan wilayah aglomerasi KRL ke depan akan mencakup Cikampek. Namun, jalur dari Cikarang menuju Cikampek saat ini belum memiliki listrik aliran atas (LAA).
“Kalau Cikampek kan sudah ada. Rute ke sana. Tapi kan dari Cikarang ke Cikampeknya itu kan belum ada listrik, LAA-nya. Ini kita mau pasang,” kata Bobby usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (23/9).
Dengan pemasangan elektrifikasi tersebut, KAI menyiapkan penggunaan KRL untuk melayani aglomerasi hingga Cikampek.
“Iya. Jadi aglomerasinya sampai sekarang itu Cikampek. Betul,” ujarnya.
Selain Cikampek, KAI juga menyiapkan layanan KRL untuk wilayah Bogor hingga Cigombong.
“Sama, nanti aglomerasinya KRL itu sampai ke Cigombong,” kata Bobby.
Elektrifikasi Mulai Bertahap
Bobby mengatakan pengembangan elektrifikasi untuk mendukung layanan KRL tersebut tidak dilakukan secara bersamaan. KAI akan mengerjakannya secara bertahap untuk menghindari gangguan terhadap lalu lintas kereta.
Program elektrifikasi pada 2026 akan dimulai dari Rangkasbitung. KAI terlebih dahulu melakukan peningkatan pada aliran listrik atas di wilayah tersebut.
“Ini program semua program itu 2026 kita mulai dengan Rangkas dulu. Jadi ada Rangkas kita mulai seperti yang saya sampaikan tadi, itu kita upgrade dulu listrik aliran atasnya,” jelasnya.
Bobby menargetkan pekerjaan di Rangkasbitung rampung pada semester I 2027.
“Jadi paling tidak di semester 1 2027 itu, Rangkas sudah beres. Nah, setelah itu baru kita kerjakan yang lainnya,” ujarnya.
“Kalau semua kita kerjakan, nanti kan traffic-nya bisa ngadat juga kan. Jadi satu-satu kita kerjakan,” lanjutnya.
