KAI Commuter Dampingi 5 Korban Eskalator Stasiun Duri yang Masih Dirawat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eskalator arah peron 5 di Stasiun Duri, Jakarta Barat yang tiba-tiba berbalik arah dan menyebabkan 12 orang luka-luka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Eskalator arah peron 5 di Stasiun Duri, Jakarta Barat yang tiba-tiba berbalik arah dan menyebabkan 12 orang luka-luka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Sebanyak 12 pengguna Commuter Line terluka setelah eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, tiba-tiba berganti arah menjadi turun pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 07.45 WIB. Mereka terdiri dari 10 orang dewasa dan 2 anak-anak.

Seluruh korban mengalami luka ringan dan sempat mendapat penanganan awal di Poskes Stasiun Duri. Dalam perkembangannya, lima orang dirujuk ke RS Duta Indah untuk mendapat perawatan.

KAI Commuter menyebut tiga dari lima orang yang dirujuk sudah diperbolehkan pulang. Sementara dua lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Kami akan terus dampingi yang masih dalam perawatan sampai pulih dan kembali ke keluarga dengan kondisi baik,” tutur Karina Amanda selaku VP Corporate Secretary KAI pada siaran persnya, Minggu (4/10).

Untuk biaya perawatan, KAI Commuter berkoordinasi dengan Jasa Raharja Putra (JRP).

“Kami telah berkoordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang berdampak selama masa perawatan dan pengobatan,” jelas Karina.

Eskalator arah peron 5 di Stasiun Duri, Jakarta Barat yang tiba-tiba berbalik arah dan menyebabkan 12 orang luka-luka, Sabtu (3/10/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

Sementara itu, operasional eskalator dihentikan setelah kejadian. KAI Commuter bersama KAI dan mitra melakukan pengecekan dan menemukan gangguan pada sistem penggerak eskalator.

Perbaikan akan dilakukan secara intensif oleh tim teknis. Setelahnya, eskalator akan menjalani uji kelayakan untuk memastikan aspek keselamatan sebelum kembali digunakan.

Selama perbaikan berlangsung, pengguna dapat menggunakan tangga manual. Sementara pengguna prioritas dapat memakai lift yang berada di belakang musholla.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna pada saat menggunakan eskalator,” tambahnya.

KAI Commuter juga mengimbau pengguna yang transit maupun keluar-masuk Stasiun Duri agar tidak terburu-buru atau berlari saat berpindah peron.

“Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini bagi pengguna yang berdampak dan fasilitas layanan menjadi terganggu. Kejadian ini menjadi pembelajaran kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas-fasilitas layanan tidak hanya di Stasiun Duri namun juga di stasiun-stasiun lainnya, sehingga kejadian yang sama tidak terulang lagi.” kata Karina.