KAI Gelar Doa Bersama untuk 16 Korban Meninggal Tragedi Stasiun Bekasi Timur
·waktu baca 2 menit

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggelar doa bersama untuk para korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5). Kecelakaan itu melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL jurusan Cikarang.
“Kami melakukan tahlilan, sekaligus doa bersama untuk korban yang wafat, ada 16 orang,” kata Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin dalam wawancara di Stasiun Bekasi Timur.
Ia menyebut kepergian para korban menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh jajaran KAI.
“Saudari-saudari kita ini telah mendahului kita, di mana ini kehilangan besar, tidak hanya buat keluarga para korban, juga kehilangan besar buat kami,” ujarnya.
Bobby menegaskan, KAI terus menyampaikan doa dan belasungkawa mendalam, sekaligus memohon maaf atas peristiwa tersebut. Ia menyebut hal ini sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan.
“Dan tidak henti-hentinya kami mendoakan, dan tentunya kami belasungkawa yang sebesar-besarnya, memohon maaf, dan tentunya ini adalah bagian dari tanggung jawab kami, saya sebagai direktur utama, dan keluarga besar Kereta Api Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya ingin hadir lebih dekat bagi keluarga korban yang meninggal dunia.
“Tentunya, kehilangan yang besar ini, kehilangan yang sangat besar ini, kami ingin menjadi bagian dari keluarga para korban yang telah wafat, untuk merasakan lebih,” katanya.
Menurut Bobby, dukungan dari berbagai pihak menjadi dorongan bagi KAI untuk terus berbenah, terutama dalam meningkatkan aspek keselamatan.
“Dukungan ini sangat menjadikan kami lebih semangat, tentunya akan memberikan layanan yang lebih baik, lebih aman ke depannya, dengan tingkat keselamatan yang selalu saya tekankan, yang tidak bisa ditoleransi, tidak bisa dikompromikan,” jelas dia.
Sementara, terkait kompensasi, Bobby memastikan KAI memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban meninggal dunia.
“Kami pendampingan full sekali, penuh pendampingannya, untuk yang telah meninggal dunia, kami menghantarkan sampai ke liang kubur, dan tentunya seperti yang teman-teman media ketahui juga, kami mengurusi semua hak-hak dari korban, dan tentunya berbelasukawa dan Dukacita yang sangat mendalam dari kami,” tuturnya.
Sementara itu, untuk korban luka, KAI juga menyiagakan pendampingan selama 24 jam di rumah sakit.
“Untuk korban yang luka-luka, kami juga melakukan pendampingan full, selalu ada 24 jam staf kami, di rumah sakit-rumah sakit, dan tentunya kami mendoakan, selalu berusaha yang terbaik dari kami, agar saudari-saudari kita yang masih dalam perawatan, itu akan kembali sembuh dan pulih seperti sedia kala,” ujar Bobby.
