KAI soal KRL INKA Masih Bermasalah Usai Perawatan: Bakal Evaluasi

PT Kereta Api Indonesia atau KAI meminta PT Industri Kereta Api atau INKA menuntaskan evaluasi dan perbaikan rangkaian KRL produksinya yang masih mengalami kendala setelah menjalani program pemeriksaan dan perawatan.
KAI menegaskan, perbaikan harus dilakukan hingga ke akar masalah agar keandalan kereta terjaga saat melayani penumpang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, pihaknya memahami ketidaknyamanan penumpang akibat gangguan sejumlah rangkaian KRL INKA, terutama ketika terjadi pada jam sibuk.
“Kami sangat memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan ketika perjalanan terganggu, terlebih pada jam sibuk saat kebutuhan mobilitas sangat tinggi. Kami menangani kendala pada KRL INKA ini dengan serius. Layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga, aman, dan nyaman,” ujar Bobby dalam keterangan yang diterima kumparan, Jumat (16/10).
Bobby mengatakan, KAI telah meminta agar setiap temuan teknis pada rangkaian ditangani secara menyeluruh. INKA sebagai manufaktur diminta memastikan langkah korektif dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah korektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai keandalan rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional,” lanjutnya.
Menurut Bobby, dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab menjaga kualitas sarana yang digunakan untuk pelayanan publik.
“Kami mendukung kemajuan industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan keandalannya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan,” kata Bobby.
Ia menegaskan, penyelesaian masalah tidak cukup hanya melalui pemeriksaan atau perbaikan sementara. Hasil perbaikan harus terbukti melalui peningkatan performa rangkaian ketika kembali beroperasi.
“Yang kami minta jelas yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan membutuhkan kepastian bahwa sarana yang digunakan setiap hari dapat diandalkan. Itu yang akan terus kami kawal,” tegasnya.
Sementara Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, tujuh trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA sebelumnya telah menjalani program pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.
Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026. Seluruh tujuh trainset kemudian kembali mendukung pelayanan Commuter Line Bogor mulai 6 Oktober 2026.
Namun, setelah kembali beroperasi, KAI masih mencatat sejumlah temuan teknis yang perlu ditindaklanjuti bersama INKA.
“Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan,” ujar Anne.
Anne mengatakan, keandalan sarana menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line Jabodetabek.
Sepanjang Januari hingga September 2026, kata Anne, Commuter Line Jabodetabek melayani 270.891.261 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat 6,02 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025, yakni sebanyak 255.520.949 pelanggan.
“Lebih dari 270 juta perjalanan pelanggan dalam sembilan bulan menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap Commuter Line Jabodetabek. Dalam skala layanan sebesar itu, keandalan setiap rangkaian menjadi sangat penting karena satu gangguan dapat memengaruhi perjalanan lainnya, terutama pada jam sibuk,” kata Anne.
Saat terjadi gangguan, Anne mengatakan KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta meminimalkan dampak terhadap penumpang. KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak.
Anne menegaskan, KAI akan terus memantau kinerja rangkaian KRL INKA dan menyampaikan setiap temuan kepada pihak manufaktur untuk segera diselesaikan.
“Ukuran akhirnya sederhana yaitu rangkaian harus andal saat digunakan melayani pelanggan. Karena itu, setiap catatan teknis harus selesai, setiap perbaikan harus terbukti hasilnya, dan layanan kepada masyarakat harus tetap terjaga. KAI akan terus mengawal hal tersebut,” tutup Anne.
KRL INKA Alami Gangguan
Baru-baru ini, KRL INKA dengan nomor perjalanan 1382 relasi Jakarta Kota–Bogor mengalami gangguan pintu di Stasiun Cikini pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.30 WIB. Gangguan tersebut menyebabkan empat perjalanan Commuter Line terlambat 6–15 menit dan dua perjalanan mengalami rekayasa pola operasi.
Kejadian serupa juga terjadi pada rangkaian yang sama di Stasiun Tanjung Barat pada Jumat (9/10). Saat itu, gangguan pintu menyebabkan sembilan perjalanan Commuter Line relasi Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo terlambat 9–32 menit.
