KAI: Tarif Kereta Bandara Berkisar Rp 75 Ribu - Rp 100 Ribu

Direktur Keuangan PT KAI Didiek Hartantyo memastikan tidak ada subsidi tiket untuk tiket kereta api bandara yang rencananya pada November akan dioperasikan. Semua biaya operasional akan dibebankan pada penumpang.
"Tidak ada. Kalau KA bandara tidak ada subsidi," kata Didiek di Stasiun Juanda, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (20/9).
Menurut Didiek, tarif yang bakal dikenakan oleh penumpang jasa transportasi kereta api bandara berkisar antara Rp 75.000 hingga Rp 100.000. Pihak yang ditunjuk untuk mengoperasikannya ialah anak perusahaan PT KAI, Railink.
"Tarifnya nanti yang mengoperasikan itu kan anak perusahaan kita, Railink ya, kalau tarifnya sekitar Rp 75 ribu sampai Rp 100 ribu dan belum ditetapkan," jelasnya.

Nantinya, kereta bandara akan dijadwalkan sebanyak 80 kali perjalanan dalam sehari. "Nanti tergantung dari (stasiun) Manggarai juga, kalau Manggarai selesai kita bisa nambah," imbuh Didiek.
Selain itu, Didiek menerangkan nantinya akan ada 10 rangkaian kereta yang akan dioperasikan untuk kereta api bandara secara keseluruhan. Tiga rangkaian kereta saat ini telah berada di Stasiun Manggarai, sedangkan enam lainnya akan datang akhir tahun ini.
"Nantinya akan ada 10 train set yang akan dioperasikan untuk KA bandara secara full, sekarang sudah ada 3 train set yang sudah datang di Manggarai. Kita sudah ada 3 train set, sekarang lagi pengujian," terangnya.
"Jadi dalam menjelang November nanti, kita sudah dapat 4 train set, berikutnya nanti menjelang tahun depan kita akan kedatangan 6 train set lagi," imbuh dia.
Didiek menjelaskan dalam satu rangkaian kereta akan ada 6 kereta alias 6 gerbong. Sementara untuk kapasitas dalam satu rangkaian adalah 274 penumpang.
"Satu train set, (ada) 6 kereta atau 6 gerbong. 274 orang untuk satu train set," pungkasnya.
