KAI Ungkap Penyebab KRL Tertemper Taksi Hijau di Stasiun Karet

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Situasi lalu lintas di sekitar jalan Stasiun Karet sudah kembali normal usai terjadi kecelakaan antara sebuah taksi dan kereta commuter line, Selasa (25/8/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Situasi lalu lintas di sekitar jalan Stasiun Karet sudah kembali normal usai terjadi kecelakaan antara sebuah taksi dan kereta commuter line, Selasa (25/8/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

KAI Daop 1 Jakarta mengungkap kronologi kecelakaan yang melibatkan KRL Commuter Line KA 5744B relasi Angke-Manggarai dengan taksi hijau di perlintasan sebidang JPL 1 Karet, antara Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Karet, Senin (24/8) malam sekitar pukul 20.44 WIB.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, berdasarkan informasi petugas di lokasi, taksi tersebut telah memasuki area perlintasan.

Namun, kendaraan tertahan akibat lalu lintas padat di sisi keluar perlintasan sehingga sebagian badan kendaraan masih berada di ruang jalur kereta api.

“Akibat kondisi lalu lintas yang padat di sisi keluar perlintasan, kendaraan tersebut tertahan sehingga sebagian posisi kendaraan masih berada di ruang jalur kereta api,” kata Franoto dalam keterangannya yang diterima kumparan, Selasa (25/8).

Petugas perlintasan kemudian memberikan peringatan dan mengarahkan pengemudi agar segera menjauh dari jalur kereta api. Namun, KA 5744B yang melintas dari arah Stasiun Tanah Abang menuju Stasiun Karet kemudian menabrak taksi tersebut.

Pengemudi taksi bersama tiga penumpangnya dilaporkan selamat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kendaraan taksi berhasil dievakuasi dari jalur sekitar pukul 21.08 WIB. Sementara itu, perjalanan Commuter Line kembali beroperasi pada pukul 21.09 WIB setelah proses penanganan di lokasi selesai.

Situasi lalu lintas di sekitar jalan Stasiun Karet sudah kembali normal usai terjadi kecelakaan antara sebuah taksi dan kereta commuter line, Selasa (25/8/2026). Foto: Nabilah Siti/kumparan

Enam Perjalanan KRL Terdampak

Kecelakaan tersebut menyebabkan perjalanan Commuter Line mengalami keterlambatan. Sebanyak enam perjalanan Commuter Line Cikarang Line terdampak dengan keterlambatan antara 9 hingga 25 menit.

Berikut enam perjalanan yang sempat terdampak:

  1. Commuter Line No. 5179B relasi Cikarang–Kampung Bandan;

  2. Commuter Line No. 929B relasi Manggarai–Basoetta;

  3. Commuter Line No. 5744B relasi Angke–Manggarai;

  4. Commuter Line No. 6070B relasi Kampung Bandan–Bekasi;

  5. Commuter Line No. 5170B relasi Angke–Bekasi;

  6. Commuter Line No. 5174B relasi Angke–Bekasi.

Kereta tertemper mobil taksi hijau di Jalan Karet, Jakarta, Senin (24/8/2026). Foto: Dok. Istimewa

KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna Commuter Line yang perjalanannya terdampak akibat kejadian tersebut.

Franoto mengatakan penyebab dan hal-hal lain yang berkaitan dengan kecelakaan diserahkan kepada pihak berwenang.

KAI juga mengingatkan pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melintas ketika sirine perlintasan telah berbunyi, palang pintu mulai ditutup, atau terdapat tanda kereta api akan melintas.

“Sesuai ketentuan perundang-undangan, pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api,” ujar Franoto.

“Patuhi rambu, marka, sirine, palang pintu, serta arahan petugas di perlintasan. Jangan mengambil risiko dengan menerobos atau memasuki jalur kereta api ketika perjalanan KA akan melintas,” sambungnya.