Kakek Mulyono Pedagang Kopi: Saya Ingin Menghidupi Diri Sendiri

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
13
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Kakek Mulyono harus hidup sendiri di usia senjanya. Istrinya selingkuh dan anak-anaknya menolak merawatnya.

Kini, dia memilih mencari penghidupan sendiri. Berjualan kopi keliling agar tetap bisa bertahan hidup.

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Saya kelahiran Agustus 1933, sudah 4 bulan berkeliling jualan kopi

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Setiap hari di Veteran 1, terus ke Pasar Baru, habis itu ke Mangga Besar terus muter ke Karanganyar, muter balik lagi ke Veteran 1. Kalau Minggu keliling di Monas, di pinggiran trotoar sampai pagi

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

4 bulan yang lalu dikasih sumbangan sepeda dari bosnya sekolahan Mahatma Gandhi. Di kasih komplit

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Istri saya selingkuh, sama abang kandung lain ayah. Udah beberapa puluh tahun baru ketahuan selingkuh. Saya ditodong celurit terus lari aja dari Lamongan ke sini modal nyawa naik kereta barang

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Saya pingin menghidupi diri sendiri. Karena anak nggak mau menampung bapaknya lagi, saya udah perasaan, tidak sesuai dengan hati nurani

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)

Demi Allah saya nggak mau mengemis. Itu haram, dikutuk oleh Allah

Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Mulyono, penjual kopi keliling. (Foto: Kevin Septhama/kumparan)