Kakorlantas Polri Minta Pak Ogah Dibina Untuk Bantu Pemudik

Korlantas Polri mulai mengkaji antisipasi kemacetan arus mudik Lebaran 2019, salah satunya dengan sistem one way. Selain itu, Pak Ogah juga akan diajak bergabung dalam persiapan arus mudik.
Kakorlantas Irjen Pol Refdi Andri menilai, Pak Ogah dapat dimanfaatkan untuk membantu kelancaran arus mudik di daerah yang sulit dijangkau.
“Kita kenal dengan Pak Ogah selama ini yang mungkin menurut orang membantu dalam pergerakan mereka. Ada juga yang menganggap tidak membantu dalam pergerakan mereka bahkan menghambat. Ini perlu kita lakukan identifikasi,” kata Refdi Andri saat melakukan pemantauan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Jumat (10/5).
“Mereka bisa dirangkul bisa diberikan pemahaman, mereka bisa dimanfaatkan, sehingga keberadaan mereka di jalan ini juga perpanjang tangan kita,” lanjut Refdi.
Refdi mengungkapkan, harus ada seleksi pada Pak Ogah yang akan dijadikan sebagai pengatur lalu lintas. Ia pun meminta Dirlantas setiap polda untuk menyiapkan sistem perekrutan hingga pelatihan.
“Jangan mereka dilepas, dibiarkan, syukur-syukur mereka bisa bertugas di lapangan sebagai perpanjangan tadi, tapi dengan tanda khusus yang sudah kita berikan pelatihan kepada mereka,” imbuhnya.
Sistem one way rencananya akan berlaku mulai 31 Mei hingga 2 Juni. Sedangkan untuk arus balik, Polisi akan memulai dari 7 Juni hingga 9 Juni.
“Waktu yang kita rencanakan adalah tanggal 31 (Mei), 1 dan 2 (Juni). Karena melihat selama ini puncak-puncak mudik adalah H-3 H-4,” kata Refdi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).
