Kala Ganjar Bicara soal Konflik Wadas di Masjid Kampus UGM: Saya Tanggung Jawab
ยทwaktu baca 3 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengisi ceramah salat Tarawih di Masjid Kampus (Maskam) UGM pada Rabu (6/4) malam. Ia menyinggung soal efektivitas dan efisiensi birokrasi dalam ceramahnya.
Ganjar juga bercerita bagaimana menyelesaikan sejumlah persoalan saat dirinya mulai menjadi gubernur.
"Mulai dari jadi gubernur baru menyelesaikan soal semen Rembang demonya sampai ke UGM, PLTU Batang, jalan tol dan yang Wadas," kata Ganjar.
Politikus PDIP itu menerangkan, konflik di Desa Wadas memang memicu perhatian masyarakat luas kala itu.
Ganjar mengaku dirinya diajak debat terkait soal Wadas. Padahal, menurut Ganjar, ia tidak punya otoritas untuk melakukan hal itu.
"Dan yang menarik Bapak Ibu, ini bukan pekerjaannya pemprov, ini pekerjaannya PUPR. Yang membebaskan BPN, yang mengamankan polisi, yang mengerjakan di lapangan BBWSO. Sebenarnya saya tidak terlalu punya otoritas di sini," terang dia.
Meski bukan otoritasnya, Ganjar menegaskan ketika tidak ada pemimpin yang berani angkat tangan, maka dialah yang bertanggung jawab. Ia akhirnya turun untuk berdialog menjembatani pemerintah dan warga terdampak tambang di Wadas.
"Tapi ketika terjadi sesuatu dan tidak ada pemimpin yang berani angkat tangan saya bertanggung jawab, maka bilang saya bertanggung jawab dan harus datang untuk berdialog dengan mereka," jelas Ganjar.
"Teman-teman, pada saat itulah kita ajak, siapa oh Komnas HAM, Komnas HAM saja ajak, 'bro sampeyan saja yang menjembatani karena kalau mereka melihat wajah saya itu pasti ini menindas, ini tidak kompromi, ini ngawur' begitu. Padahal ketika sebuah sistem itu kita jelaskan dengan baik ruangnya tidak ada," katanya.
Menurut Ganjar, cara yang dia lakukan itu adalah bagian dari perbaikan birokrasi. Mulai dari tanggung jawab hingga menjelaskan sesuatunya secara terbuka.
"Birokrasi kemudian saya ajak, Anda, kita keliru dan kita salah. Maka kita harus tanggung jawab, mari kita jelaskan semua, di-disclose (dibuka) itu informasi secara terbuka," tutur Ganjar.
Spanduk #SaveWadas
Ketika di Masjid UGM, Ganjar disambut sejumlah spanduk di antaranya #SaveWadas. Spanduk itu dipasang oleh sejumlah orang yang mengaku merupakan gerakan individu-individu.
Selain spanduk #SaveWadas ada juga spanduk lain bertuliskan "Gusti Berkahi" dan "Kelestarian Alam Bagian dari Iman".
"Jadi sebenarnya ini bagian solidaritas dari teman-teman yang ada di sini semua. Mengingat keresahan bahwa isu konflik agraria yang ada di Wadas masih terjadi sampai sekarang dan tidak ada ketegasan sendiri dari Ganjar selaku gubernur," kata Umar salah satu orang yang membentangkan spanduk.
Ganjar juga sempat melihat spanduk yang ada di dalam masjid. Dia pun turut memberikan komentar di sela-sela ceramahnya.
"Ada yang bawa spanduk, mungkin mau menuliskan, diangkat juga saya tidak apa-apa. Karena itu bagian dari exercise politik, diangkat aja, Mas, enggak apa-apa," katanya.
"Ini bagian dari salat Tarawih yang sangat menarik di UGM. Inilah demokrasi," kata Ganjar disambut tepuk tangan.
Lebih lanjut, Ganjar tidak mempermasalahkan soal spanduk tersebut. Dia mengaku senang dengan kekritisan ini.
"Dan saya sangat senang dengan kekritisan kawan-kawan dan inilah diskusi yang selalu terbuka untuk mendewasakan kita semuanya," pungkas dia.
