Kanselir Angela Merkel: Banjir di Jerman Mengerikan

19 Juli 2021 10:14
·
waktu baca 1 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kanselir Jerman, Angela Merkel mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman (18/7/2021). Foto: Christof Stache/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kanselir Jerman, Angela Merkel mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman (18/7/2021). Foto: Christof Stache/Pool via REUTERS
ADVERTISEMENT
Hati Kanselir Jerman, Angela Merkel, luluh lantak. Banjir besar yang menghantam negaranya jadi penyebabnya.
ADVERTISEMENT
Tidak terhintung jumlah rumah yang rusak diterjang banjir. Lebih menyedihkan lagi, di Jerman korban jiwa bencana alam ini sudah mencapai 157 orang.
Merkel pun tak kuasa mencurahkan isi hatinya kepada warga di kota kecil Adenau di Negara Bagian Rhineland-Palatinate. Kota itu adalah satu dari dua kota paling terdampak banjir di Jerman.
Kanselir Jerman, Angela Merkel mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman (18/7/2021). Foto: Christof Stache/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Kanselir Jerman, Angela Merkel mengunjungi daerah yang dilanda banjir di Negara Bagian Rhineland-Palatinate, Jerman (18/7/2021). Foto: Christof Stache/Pool via REUTERS
"Ini mengerikan," kata Merkel kepada warga Adenau seperti dikutip dari Al-Jazeera.
"Bahasa Jerman tidak bisa mendeskripsikan kesedihan yang terjadi," sambung dia.
Demi menangani bencana alam terburuk di Jerman dalam enam dekade terakhir, Merkel berjanji akan mengalihkan anggaran belanja ke wilayah terdampak banjir.
Banjir di Jerman dan beberapa negara di Eropa Barat terjadi sejak Rabu pekan lalu. Selain Jerman, banjir turut menerjang Austria, Swiss hingga Belgia.
ADVERTISEMENT
Total korban jiwa banjir di negara Eropa Barat mencapai lebih dari 180 orang. Jerman merupakan negara penyumbang korban jiwa terbesar dalam peristiwa tersebut.
Otoritas Jerman memprediksi jumlah korban jiwa akan bertambah. Sebab, masih ada warga yang belum ditemukan keberadaanya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020