Kanselir Jerman Khawatirkan Lonjakan Kasus Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach
zoom-in-whitePerbesar
Kanselir Jerman Angela Merkel. Foto: REUTERS/Kai Pfaffenbach

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa kasus virus corona di negaranya masih sangat serius meskipun infeksi tidak meningkat tidak begitu cepat.

Hal ini disampaikan Merkel pada Selasa (17/11), saat pemimpin federal dan negara bagian menunda keputusan pembatasan ketat hingga 25 November.

Merkel mengatakan dia sangat khawatir tentang penyebaran virus corona yang tidak terkendali di beberapa wilayah, termasuk Ibu Kota Berlin.

"Jumlah infeksi tidak tumbuh secara eksponensial lagi, tetapi masih terlalu tinggi. Jadi kita harus mengurangi kontak, mengurangi kontak, mengurangi kontak," kata Merkel dalam sebuah acara, seperti dikutip dari Reuters.

Berdasarkan data Robert Koch Institute (RKI) pada Selasa (17/11) dilaporkan 14.419 kasus baru virus corona, dengan 267 kasus kematian baru di Jerman.

Merkel mencatat bahwa sekitar 30-40 pesen populasi Jerman rentan tertular COVID-19, termasuk orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

"Mengendalikan pandemi juga merupakan solusi terbaik bagi perekonomian," lanjutnya.

Petugas polisi berbicara dengan seorang pria di peron stasiun Ostreuz saat lockdown di Berlin, Jerman, Senin (2/11). Foto: Annegret Hilse/Reuters

Jerman memberlakukan lockdown parsial selama sebulan pada 2 November untuk mengendalikan gelombang kedua virus yang melanda sebagian besar Eropa. Otoritas setempat menutup bar dan restoran, namun sekolah dan toko tetap buka.

Merkel mengusulkan untuk memperketat pembatasan, di antaranya mewajibkan masker di sekolah, penggunaan kelas yang berukuran lebih kecil, hingga pembatasan ketat kontak sosial warga.

Berdasarkan data Worldometers, kasus infeksi corona di Jerman sebanyak 817.526 dengan 12.891 kematian.