Kapal Kargo yang Blokir Terusan Suez Mulai Sedikit Bergerak

Kapal kargo MV Ever Given yang tersangkut dan memblokir Terusan Suez mulai sedikit bergerak pada bagian buritan dan rudder (kemudi), Sabtu (27/3). Namun belum jelas kapan kapal milik perusahaan Jepang, Shoei Kisen Kaisha, itu dapat diapungkan kembali.
Ketua Otoritas Terusan Suez (Suez Canal Authority/SCA), Osama Rabie, mengatakan, proses evakuasi sejauh ini tidak perlu memindahkan beberapa kontainer untuk meringankan beban kapal. Total ada 18.300 kontainer yang diangkut kapal raksasa ini.
Namun gelombang pasang dan angin kencang terus mempersulit upaya evakuasi.
"Buritan kapal mulai bergerak, dan itu pertanda positif hingga pukul 11 malam. Tetapi air pasang turun secara signifikan dan kami berhenti,” kata Rabie kepada wartawan di Suez dikutip dari Reuters.
“Kami berharap sewaktu-waktu kapal bisa meluncur dan bergerak dari tempatnya,” terangnya.
Kapal keruk telah memindahkan sekitar 20.000 ton pasir dari sekitar haluan kapal kargo tersebut pada Jumat (26/3).
Kemungkinan kapal kargo yang tersangkut sejak Selasa (23/3) ini bisa dievakuasi pada awal minggu depan, jika kapal tunda yang lebih berat tiba dan proses pengerukan berjalan optimal, serta kondisi air pasang.
Upaya penarikan dengan kapal tunda dimulai kembali pada Sabtu sore dan upaya lebih lanjut pada Sabtu malam dan Minggu pagi. Sejauh ini, 14 kapal tunda telah dikerahkan. Meski demikian, penggunaan terlalu banyak tenaga kapal tunda dikhawatirkan dapat merusak kapal kargo tersebut.
Sementara itu, Boskalis, perusahaan induk dari perusahaan Belanda Smit Salvage, telah didatangkan untuk membantu proses evakuasi. Perusahaan mengatakan, kapal tunda berat dengan kapasitas gabungan 400 ton tiba akhir pekan ini.
"Kami (datang) bertujuan untuk menyelesaikannya setelah akhir pekan, tetapi semuanya harus berjalan tepat," kata Kepala Eksekutif Boskalis, Peter Berdowski, kepada program TV Belanda, Nieuwsuur, Jumat malam.
“Busurnya memang macet di tanah liat berpasir, tapi buritannya belum didorong total ke tanah liat, itu hal yang baik. Kami dapat mencoba menggunakannya sebagai upaya untuk melepaskannya,” jelasnya.
Selain itu, Berdowski mengatakan, crane darat akan dibawa ke lokasi untuk memindahkan kontainer, sehingga dapat meringankan beban MV Ever Given. Meski demikian, para ahli memperingatkan upaya ini akan lebih rumit dan lama.
“Jika kami tidak berhasil melepaskannya minggu depan, kami harus mengeluarkan sekitar 600 kontainer dari haluan untuk mengurangi beratnya,” jelasnya.
Perdana Menteri Mesir, Mostafa Madbouly, telah berterima kasih kepada mitra asing atas tawaran untuk membantu mengapungkan kembali kapal tersebut, sehingga Terusan Suez dapat segera dibuka.
Akibat insiden ini, tarif pengiriman kapal tanker produk minyak hampir dua kali lipat. Kondisi ini juga mengganggu rantai kargo global.
Jika Terusan Suez tak kunjung dibuka, maka pengirim kargo dapat mengubah rute ke arah sekitar Tanjung Harapan. Imbasnya akan menambahkan waktu perjalanan sekitar dua minggu dan biaya bahan bakar. Sejauh ini, dari 321 kapal yang sedang menunggu, belum ada yang mengambil langkah tersebut.
Itu termasuk puluhan kapal kontainer, kapal curah, dan kapal gas alam cair (LNG) atau gas petroleum cair (LPG).
