Kapal Perang Rusia Kejar Kapal Selam AS di Dekat Kepulauan Kuril, Pasifik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Kapal perang Rusia Marsekal Shaposhnikov selama latihan di Samudera Hindia pada 6 Mei 2010. Foto: SEBASTIAN D'SOUZA / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kapal perang Rusia Marsekal Shaposhnikov selama latihan di Samudera Hindia pada 6 Mei 2010. Foto: SEBASTIAN D'SOUZA / AFP

Sebuah kapal perusak anti-kapal selam Rusia mengejar kapal selam Amerika Serikat (AS) di dekat Kepulauan Kuril, Pasifik utara, untuk memaksanya meninggalkan perairan teritorial negara itu.

Moskow melaporkan insiden ini Sabtu (12/2), di tengah ketegangan yang terjadi di Ukraina.

Dilansir AFP, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, selama latihan militer yang direncanakan, kapal perusak Marsekal Shaposhnikov mendeteksi kapal selam kelas Virginia Angkatan Laut AS di perairan teritorial Rusia dekat Kepulauan Kuril di Pasifik.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, awak fregat "menggunakan cara yang tepat" ketika kapal selam mengabaikan permintaan ke permukaan. Menurutnya, kapal selam AS pergi dengan kecepatan penuh. Tak ada penjelasan lebih lanjut terkait hal ini.

Kapal selam Virginia Angkatan Laut AS menjalani uji coba laut Bravo pada 26 November 2009. Foto: US NAVY / AFP

Namun, Kementerian Pertahanan Rusia telah memanggil atase pertahanan AS di Moskow atas insiden tersebut. Belum ada penjelasan dari pihak Amerika Serikat terkait insiden ini.

"Sehubungan dengan pelanggaran oleh kapal selam Angkatan Laut AS di perbatasan negara Federasi Rusia, atase pertahanan di kedutaan AS di Moskow dipanggil ke Kementerian Pertahanan Rusia," jelasnya.

Pasukan Rusia di lapangan tembak Kadamovskiy di wilayah Rostov di Rusia selatan. Foto: AP Photo

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Barat yang membuat Moskow mengepung Ukraina dengan lebih dari 100.000 tentara.

AS telah memperingatkan invasi habis-habisan yang dilakukan Rusia dapat dimulai "kapan saja" dan khawatir Rusia mulai menyerang Ukraina dengan pengeboman lewat udara. AS dan sejumlah negara telah meminta warganya untuk segera meninggalkan Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu mengutuk klaim itu sebagai "provokasi".