Kapasitas RS Rujukan Corona di Bandung Semakin Menipis, Sisa 89 Tempat Tidur

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wali Kota Bandung Oded M Danial memberikan keterangan kepada awak media usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, di Gedung Sabhara Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Bandung Oded M Danial memberikan keterangan kepada awak media usai menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK, di Gedung Sabhara Polrestabes Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/9). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO

Kapasitas keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan bagi pasien virus corona di Bandung semakin menipis. Kini persentase keterisian di angka 87,36 persen atau naik dari sebelumnya di angka 76 persen.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, saat ini jumlah tempat tidur yang tersedia di rumah sakit rujukan hanya tinggal 89.

"Untuk fasilitas kesehatan yang kita miliki pada tanggal 12 November ini keterisian masih sebanyak 87,36 persen atau sebanyak 613 tempat tidur dari total fasilitas yang kita miliki 704 tempat tidur, masih tersedia 89 tempat tidur," kata Oded di Balai Kota Bandung, Jumat (13/11).

Oded menuturkan, dirinya sedang mengupayakan menambah 96 tempat tidur dengan rincian di RSKIA 36 tempat tidur dan di rumah sakit lainnya 60 tempat tidur.

kumparan post embed

Sementara bagi pasien berstatus tanpa gejala (OTG) akan dirujuk ke hotel. Sebab tingkat keterisian hotel mencapai 64,58 persen.

"Kita masih memiliki ruang yang cukup, namun harapan Mang Oded semoga tidak ada lagi yang mengisi tempat isolasi ini," ucap dia.

Lebih lanjut, Oded menuturkan jumlah tes menggunakan metode rapid test di Bandung sudah mencapai 48 ribu lebih. Sedangkan tes swab 41 ribu lebih.

"Untuk pemeriksaan, kami melakukan RDT dan PCR. Di mana untuk total RDT ini sudah mencapai 1,60 persen spesimen 48.118. Untuk Swab PCR sebanyak 1,37 persen 41.202," pungkas dia.