Kapolda Bentuk Tim Usut Suap Rp 75 Juta Bandar Narkoba ke Kapolrestabes Medan

16 Januari 2022 14:20
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko diisukan menerima uang suap Rp 75 juta dari istri bandar narkoba. Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra turun tangan, menyelidiki kasus itu.
ADVERTISEMENT
Panca mengatakan, isu ini menyebar setelah anggota polisi di Polrestabes Medan Bripka Ricardo menjadi terdakwa kasus narkoba.
Saat sidang agenda mendengarkan saksi, Ricardo mengatakan Kombes Riko menerima suap Rp 75 juta dari istri bandar narkoba.
“Saya sudah bentuk tim gabungan Propam dan Reskrim untuk dalami keterangan Ricardo. Saat ini tim sedang bekerja dan kita tunggu hasilnya,”ujar Panca dalam keterangannya, Minggu (16/1)
Dia mengatakan bila Kombes Riko terbukti bersalah, maka dia akan mengambil tindakan tegas. Namun, Panca tidak merinci bentuk tindakannya.
“Kapolda tidak akan ragu menindak tegas Kapolrestabes Medan apabila terbukti melakukan sebagaimana yang dijelaskan oleh para terdakwa,” tutupnya.
Sebelumnya Sidang Bripka Ricardo digelar di Pengadilan Medan pada Rabu (12/1).
Saat sidang Ricardo mengaku menerima uang suap dari istri bandar narkoba Rp 300 juta. Uang itu lalu dibagi-bagi ke atasannya.
ADVERTISEMENT
Lalu dia, diperintahkan Riko untuk menggunakan uang sebesar Rp 75 juta untuk digunakan membeli sepeda motor.
Barang itu diperuntukkan untuk anggota Koramil 13 Percut Sei Tuan, atas jasanya menggagalkan peredaran ganja.
Kombes Riko dalam pernyataannya menegaskan, awalnya bahkan dia tidak mengetahui kasus narkoba yang ditangani anak buahnya itu.
“Itu ditangani Sat narkoba, 3 bulan baru dilaporkan ke saya, bagaimana saya mau membagi-bagi uangnya. Orang kasusnya enggak dilaporkan ke saya,” ujar Riko kepada wartawan, Jumat (14/1).
Dia juga menjelaskan bahwa hadiah untuk anggota TNI tersebut menggunakan uang pribadinya, sama sekali tidak ada kaitannya dengan barang bukti narkoba.
“Masalah motor, ini saya pesan sendiri sudah dibayar lunas, enggak ada masalah. Dan harganya enggak sampai Rp 75 juta, Rp 10 juta lebih aja, motor bebek,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020