kumparan
4 Desember 2019 17:44

Kapolda: Hakim PN Medan Dibunuh tapi Bukan dengan Cara Diracun

PTR, Hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas
Hakim PN Medan Jamaluddin yang ditemukan tewas. Foto: Dok. PN Medan
Polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Jamaluddin (55). Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto memastikan korban dibunuh.
ADVERTISEMENT
"(Murni) dibunuh," kata Agus kepada wartawan, Rabu (4/11).
Agus membeberkan hasil pemeriksaan forensik terhadap cairan lambung korban. Hasil forensik menunjukkan korban tewas bukan karena diracun.
"Yang ada hanya kafein sama obat batuk. Berarti yang bersangkutan dalam kondisi normal tidak dalam kondisi mabuk kan gitu. Tidak di racun," ucap Agus.
Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto
Kapolda Sumut Irjen Pol. Agus Andrianto usai disposal bom di Desa Klumpang Kebon, Hamparan Perak, Senin (18/11). Foto: ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus
Namun saat ditanya penyebab kematian hakim PN Medan dan siapa pelaku pembunuhan itu, Agus enggan berbicara banyak. Agus mengatakan tim masih berkerja memeriksa sejumlah barang bukti dan saksi yang jumlahnya sekarang mencapai 22 orang.
"Anggota masih bekerja mohon doa restu jadi tim dari Ditreskrimum dan Polrestabes sedang berkerja," ujar Agus,
Selain itu Agus mengatakan pengungkapan kasus ini juga akan ditelusuri dari waktu korban ditetapkan tewas. Sesuai pemeriksaan labfor lalu dikaitkan dengan keterangan saksi yang melihatnya sebelum tewas.
ADVERTISEMENT
"Artinya korban meninggal antara 12 sampai 20 jam. Artinya bahwa kita akan runut dari sana," ujar Agus.
Jamaluddin yang merupakan hakim PN Medan ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Land Cruiser di perkebunan sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Deli Serdang, pada Jumat (29/11). Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menduga korban dibunuh.
Diduga pelaku yang membunuh hakim PN Medan itu merupakan orang dekat. Namun polisi belum dapat merinci perkembangan penyelidikan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan