Kapolda Jabar Dapat Laporan Potongan Bansos di Karawang dan Tasik
ยทwaktu baca 2 menit

Kapolda Jawa Barat, Irjen Ahmad Dofiri, mendapat laporan adanya dugaan pemotongan dana bantuan sosial tunai di Karawang dan Tasikmalaya.
Dofiri menegaskan, polisi bakal menindak pelaku jika sudah ditemukan bukti kuat.
"Ini adalah keliru. Kita sudah bersepakat dengan Pak Kajati kita harus tangani dan kita tindak. Ke depannya sudahlah bagikan sesuai dengan peruntukannya," kata Dofiri melalui konferensi pers secara virtual, Selasa (10/8).
Dari informasi dihimpun, warga di Desa Kurnibakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, harusnya menerima Rp 600 ribu. Namun, nominal yang diterima hanya senilai Rp 500 ribu sehingga ada dugaan dipotong Rp 100 ribu.
Sedangkan dari penyelidikan sementara, kasus di Karawang ditengarai ada kekeliruan. Informasi yang dihimpun, dana bantuan sosial tunai yang dipotong di Kabupaten Karawang mencapai 50 persen.
"Di Karawang telak karena pemotongan dengan alasan dana COVID yang kurang. Di Tasik ada kesepakatan dengan warganya," ujar dia.
"Di Tasikmalaya ada kesepakatan dengan warganya contoh misalkan yang terdaftar 10, sementara warganya ada 15. Kalau 10 kilogram dibagi ke 15 jumlahnya nggak 10 kilogram. Itu kesepakatan bersama. Tapi mungkin ada yang belum satu dua orang yang mempertanyakan," lanjut dia.
Kajati Jabar Asep Nana Mulyana mengaku sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar terkait dugaan pemotongan bantuan sosial tersebut. Selain melakukan penindakan, pihaknya juga bakal melakukan pengawasan dan mengedukasi agar penyaluran bantuan bisa tepat sasaran.
"Tidak hanya menindak, tapi monitoring, mengedukasi dan melakukan pendampingan agar tetap sasaran dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan membuat kegaduhan baru terkait dengan PPKM ini. Kami akan mengawal penyaluran bansos," ungkap dia.
Sementara Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, memastikan akan melakukan pembinaan dan edukasi ke masyarakat agar bantuan sosial bisa tepat sasaran.
Pria yang akrab disapa Emil itu menegaskan bahwa pemotongan sekecil apa pun ialah bentuk pelanggaran.
"Kita juga lakukan pembinaan agar tidak ada terulang. Agar tidak terjadi viral, mayoritas aman. Laporan terkait pemotongan sedikit, tapi apapun itu adalah pelanggaran," kata dia.
