Kapolri: Penyerang Mabes Polri Masuk Lewat Pintu Belakang

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung Mabes Polri. Foto: Laily Rahmawaty/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Gedung Mabes Polri. Foto: Laily Rahmawaty/ANTARA

Identitas pelaku penyerang Mabes Polri pada Rabu (31/3) telah terungkap. Pelaku merupakan seorang perempuan berusia 25 tahun berinisial ZA.

Hanya saja, masih menjadi pernyataan bagaimana ZA bisa sampai masuk ke dalam Mabes Polri. Mengingat pengamanan di sana sangat ketat dan tidak sembarang orang bisa masuk.

Total ada dua pintu masuk di Mabes Polri. Pintu pertama di belakang Mabes Polri dan pintu di depan Mabes Polri.

kumparan post embed

Pintu belakang sebenarnya akses utama siapa pun yang ingin masuk harus melalui pintu itu. Di sana, setiap orang yang masuk akan diperiksa terlebih dahulu, termasuk barang bawaan mereka sebelum diizinkan masuk.

Sedangkan pintu depan mendapat penjagaan lebih ketat dan jarang dibuka. Kemudian hampir setiap sudut ada anggota yang berjaga dan bersenjata lengkap.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Foto: ANTARA

Kapolri Jenderal Listyo Sigit kemudian memberikan penjelasan bagaimana ZA bisa menerobos masuk ke dalam Mabes Polri. Ia menyebut ZA masuk dari pintu belakang.

"Jam 16.30 WIB, ada seorang wanita yang berjalan masuk dari pintu belakang kemudian yang bersangkutan mengarah ke pos gerbang utama yang ada di Mabes Polri," kata Sigit.

Setelah itu, ZA sempat menanyakan di mana keberadaan kantor pos. Tapi, tidak lama setelah itu ZA malah menyerang polisi yang berjaga.

"Yang bersangkutan kemudian menanyakan di mana keberadaan kantor pos dan kemudian diberikan pelayanan oleh anggota dan ditunjukkan arah kantor pos tersebut," ucap Sigit.

"Kemudian wanita tersebut meninggalkan pos, namun kemudian yang bersangkutan kembali dan melakukan penyerangan terhadap anggota yang ada di pos jaga dengan melakukan penembakan sebanyak 6 kali," tutur Sigit.

Meski begitu, Sigit tidak memberikan penjelasan bagaimana pemeriksaan barang bawaan ZA. Mengingat ZA membawa senjata jenis air gun.

Personel kepolisian dengan rompi anti peluru dan senjata laras panjang berjaga di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/3/2021). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Sebelumnya, dalam menjalankan aksinya, ZA mendatangi pos jaga di gerbang depan. Ia lalu menodongkan senjata yang diduga air gun.

Atas tindakannya itu, ia ditembak oleh polisi yang berjaga dan tewas di lokasi kejadian. Jasad ZA telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati.