Kapolri Titip ke Pendeta Bantu Jaga Kerukunan Warga di Masa Pemilu 2024

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan pengecekan ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan Gereja Katedral Jakarta pada Minggu (24/12/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan pengecekan ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan Gereja Katedral Jakarta pada Minggu (24/12/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta para tokoh agama, termasuk di antaranya pendeta untuk menjaga kerukunan umat di masa Pemilu 2024. Ia berharap pendeta dapat ikut menjadi penengah bagi warga yang beda pilihan capres.

Hal itu disampaikan Kapolri saat meninjau penyelenggaraan ibadah malam Natal di GPIB Immanuel Jakarta, dipimpin Pendeta Abraham Ruben Persang, Minggu (24/12).

"Pak pendeta kami mohon izin titip, karena saat ini juga sedang masuk tahap Pemilu, yang biasanya juga terjadi perbedaan pendapat pada saat memilih pemimpin nasional," kata Sigit.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan Menko PMK Muhadjir Effendy melakukan pengecekan ke Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII) dan Gereja Katedral Jakarta pada Minggu (24/12/2023). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan

"(Beda pilihan) biarkan itu jadi bagian keberagaman, kita hormati, namun yang harus tetap kita jaga apa pun perbedaan itu kita harus terus selalu menjaga persatuan dan kesatuan. Oleh karena itu kami titip," imbuh dia.

Hal ini pun disampaikan Sigit saat meninjau Gereja Katedral Jakarta. Ia berharap umat beragama bisa saling mendoakan meski beda pendapat di pilpres.

"Mari kita doakan bersama bahwa di tengah perbedaan pendapat yang ada, kita semua tetap saling mendoakan, kita semuanya tetap bersatu, sehingga akan terpilih pemimpin nasional yang betul-betul memang bisa menjaga rakyatnya, bisa membawa maju bangsanya, bisa membawa maju negara," kata Sigit.