Kasus Aktif COVID-19 Nasional Turun, Jakarta Paling Signifikan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah mobil ambulans melintas saat berlangsungnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: M RISYAL HIDAYAT/ANTARA FOTO

Satgas COVID-19 mengungkapkan kabar baik bahwa kasus aktif corona nasional kini sudah semakin menurun. Empat dari lima provinsi dengan penurunan kasus aktif terbanyak berada di Pulau Jawa.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, menyebut penurunan kasus aktif di sejumlah provinsi secara signifikan ikut berpengaruh terhadap perkembangan secara nasional.

Sementara itu, dalam data terbaru Satgas COVID-19, DKI Jakarta menjadi provinsi yang penurunan kasus aktif paling banyak, yaitu 48.139 kasus.

"Penurunan kasus aktif ini paling banyak dikontribusikan oleh lima provinsi yang mengalami penurunan tajam pada kasus aktifnya yaitu DKI Jakarta yang turun 48.139 kasus, Banten turun 12.560 kasus, Jawa Barat turun 6.595 kasus, Jawa Tengah turun 5.526 kasus, dan Kalimantan Tengah yang turun 2.485 kasus," kata Wiku dalam keterangan pers virtualnya, Kamis (5/8).

kumparan post embed

Wiku menjelaskan, penurunan kasus aktif ini pertama kali terjadi setelah lonjakan kasus COVID-19 sejak Juni lalu. Meski kasus aktif per hari ini masih berada di kisaran 500 ribu kasus, pihaknya menilai perbaikan ini merupakan kabar baik.

"Kabar baiknya, di tingkat nasional per 1 Agustus, pertama kali kasus aktif mingguan mengalami penurunan setelah lonjakan kasus akhir Juni lalu. Kasus aktif pada 25 Juli lalu sejumlah 573.903 kasus, turun jadi 535.135 kasus pada 1 Agustus," jelasnya.

Dengan adanya kabar baik ini, Wiku menuturkan berarti semakin banyak pasien corona yang sembuh, ketimbang tambahan kasus konfirmasi yang masih bertambah setiap harinya.

"Sebelumnya kasus aktif mingguan terus mengalami kenaikan. Penurunan jumlah kasus aktif ini menunjukkan kesembuhan bertambah lebih banyak dari kasus positif baru," pungkas Wiku.