Kasus Benur, KPK Panggil Istri Edhy Prabowo hingga Plt Dirjen Tangkap KKP

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Iis Edhy Prabowo. Foto: Instagram/@iisedhyprabowo
zoom-in-whitePerbesar
Iis Edhy Prabowo. Foto: Instagram/@iisedhyprabowo

KPK memanggil belasan saksi terkait kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan Edhy Prabowo.

"Para saksi akan diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata plt juru bicara KPK Ali Fikri, Jumat (5/3).

kumparan post embed

Istri Edhy Prabowo, Iis Rosyita Dewi, menjadi salah satu saksi yang dipanggil penyidik. Iis merupakan anggota DPR dari fraksi Gerindra.

Ia sempat ikut terjaring OTT KPK saat baru pulang dari Hawaii menemani kunjungan kerja Edhy Prabowo. KPK juga sempat menelusuri dugaan Iis menggunakan uang suap terkait benur untuk membeli sejumlah barang mahal. Namun, hingga saat ini, status Iis masih sebagai saksi.

Ilustrasi kasus KPK Foto: Basith Subastian/kumparan

Saksi lainnya yang dipanggil ialah Muhammad Zaini Hanafi yang merupakan Plt Dirjen Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan. Ia pun akan turut diperiksa sebagai saksi untuk Edhy Prabowo.

Total ada 15 saksi yang dipanggil KPK bersama dengan Iis dan Zaini. Berikut daftarnya:

  • Iis Rosyita Dewi, anggota DPR

  • Rahmatullah, PNS

  • Mohamad Ridho, karyawan swasta

  • Mohammad Sidik, pensiunan PNS

  • Siti Maryam, mahasiswa

  • Randy Bagas Prasetya, staf hukum operasional BCA

  • Aisyiah Paulina, karyawan money changer Bintang Valas Abadi

  • Trian Yunanda, Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Tangkap KKP

  • Amri, Direktur Utama PT Aero Citra Kargo

  • Lies Herminingsih, Notaris

  • Rochmat M. Rofiq, PNS KKP

  • Ade Mulyana Saleh wiraswasta

  • Muhammad Zaini Hanafi Plt Dirjen Tangkap KKP

Dalam kasusnya, Edhy bersama sejumlah tersangka lain diduga menerima suap yang nilainya miliaran rupiah terkait ekspor benih lobster. Uang yang terkumpul di rekening PT Aero Citra Kargo (ACK) yang diduga digunakan sebagai penampung suap mencapai Rp 9,8 miliar.

Uang yang terkumpul diduga digunakan untuk kepentingan Edhy, salah satunya untuk keperluan belanja barang mewah saat berada di Hawaii, Amerika Serikat.

Edhy Prabowo diduga menerima uang Rp 3,4 miliar melalui kartu ATM yang dipegang staf istrinya. Selain itu, ia juga diduga pernah menerima USD 100 ribu yang diduga terkait suap.

Terkait tersangka pemberi suap, KPK baru menjerat satu orang, yakni Suharjito yang tengah menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Ia didakwa menyuap Edhy Rp 2,1 miliar terkait izin ekspor benih lobster.