Kasus Corona Aktif di Pati Tembus 1.147, Ada 14 Kecamatan Zona Merah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Pati Haryanto saat memberikan arahan terkait COVID-19 di kantornya, (2/2). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Pati Haryanto saat memberikan arahan terkait COVID-19 di kantornya, (2/2). Foto: Dok. Istimewa

Bupati Pati Haryanto mengungkapkan kasus aktif COVID-19 di daerahnya tembus lebih dari 1.000 kasus per hari ini. Total ada 1.147 kasus.

Pati berstatus zona merah atau zona risiko tinggi penyebaran virus corona.

"Yang dirawat saat ini yang sakit itu ada 203, yang suspek artinya batuk-batuk kemudian yang bergejala itu ada 214. Yang isolasi di tempat isolasi terpusat itu ada 60, yang isolasi mandiri di rumah itu ada sekitar 670 yang terdeteksi di desa-desa," ujar Haryanto kepada wartawan, Selasa (15/2).

kumparan post embed

Haryanto mengatakan saat ini terdapat 14 kecamatan yang berstatus zona merah di Pati. Sementara di tingkat desa terdapat 38 desa yang berisiko tinggi.

"Dari 21 kecamatan yang zona merah ada 14 kecamatan, yang desanya ada 38 desa, dan ada 151 RT/RW yang zona merah saat ini," lanjut dia.

Dengan adanya lonjakan kasus corona, ia pun meminta semua pihak untuk siaga. Termasuk menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi pasien COVID-19.

“Kalau isolasi mandiri di rumah kadang tidak optimal. Kalau diisolasi di Faskes kan ada yang memantau kondisi kesehatannya,” tutur Haryanto.

Pelaksanaan tes PCR (polymerase chain reaction) atau dikenal dengan tes usap tenggorokan untuk mengetahui ada tidaknya virus corona untuk antisipasi penyebaran COVID-19 di Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu (25/7/2020). Foto: Humas Pemkab Pati-HO via ANTARA

Selain itu, Haryanto meminta pemerintah desa untuk memantau pergerakan warganya dengan cermat.

“Kita harus bersatu padu, tidak terbatas pada malam hari melainkan siang juga sore. Kalau sudah darurat ini menjadi perhatian nasional, maka segera bertugas,” ujar dia. Haryanto belum menyebut muasal terjadinya lonjakan kasus corona di daeranya itu disebabkan oleh apa dan dari mana. Kasus aktif corona di Kabupaten Pati ini belum tercatat di situs corona.jatengprov.go.id per 15 Juni 2021.