Kasus Corona di Depok Kembali Meningkat karena Klaster Pembelajaran Tatap Muka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siswa SMP Negeri 1 Depok mulai mengikuti pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Siswa SMP Negeri 1 Depok mulai mengikuti pelaksanaan Pertemuan Tatap Muka (PTM). Foto: Dok. Istimewa

Kasus COVID-19 di Kota Depok kembali meningkat. Penularan itu disebut berasal dari aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di sekolah.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan konfirmasi kasus positif mencapai 105.

“Padahal beberapa hari sebelumnya kasus hanya 10 sampai 20 kasus, beberapa hari lalu mencapai 105 kasus,” ujar Dadang kepada wartawan, Jumat (19/11).

Ia menambahkan, berdasarkan hasil tracing dan testing oleh puskesmas, peningkatan kasus itu berdasarkan klaster PTM. Penularan paling banyak ditemukan antarsiswa.

“Kecamatan Pancoran Mas paling banyak ditemukan mulai dari SD, SMP, dan MTs,” imbuhnya.

Karena itu, PTM di Kecamatan Pancoran Mas dihentikan sementara untuk mencegah penularan yang lebih luas. "Kecamatan Pancoran Mas di seluruh jenjang sekolah dihentikan selama 10 hari," ungkap Dadang.

"Kita sudah menjalankan standar operasional prosedur pelaksanaan PTM Terbatas di sekolah, sebelum terjadi kasus ini," tegasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris menghentikan sementara PTM di wilayah Kecamatan Pancoran Mas.

Penghentian sementara PTM itu tertuang pada surat edaran nomor: 8.02/648/Satgas/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas pada Penyelenggaraan PTM Terbatas.

"Terdapat sejumlah kebijakan yang dituangkan dan memperhatikan peningkatan jumlah kasus COVID-19 pada klaster PTM Terbatas di sejumlah wilayah," ujar Idris.

Idris mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar sekolah di wilayah Kecamatan Pancoran Mas untuk sementara kembali melalui online.

"Untuk seluruh jenjang pendidikan di luar wilayah kecamatan Pancoran Mas terhadap siswa yang belum melaksanakan vaksinasi COVID-19 dapat melaksanakan pembelajaran secara BDR atau daring," ungkap Idris.

embed from external kumparan