News
·
13 Oktober 2020 18:04

Kasus Corona di RI Naik 5,9%, Ini 5 Provinsi dengan Lonjakan Tertinggi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Kasus Corona di RI Naik 5,9%, Ini 5 Provinsi dengan Lonjakan Tertinggi (286275)
Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB
Angka penularan corona di Indonesia sempat turun pada pekan lalu. Namun, menurut Jubir Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, pekan ini ada kenaikan kembali hingga 5,9 persen.
ADVERTISEMENT
"Pada tingkat nasional setelah di minggu lalu terjadi penurunan kasus positif, ternyata di Minggu ini terjadi kenaikan kasus positif 5,9 persen. Ini adalah hal yang harus kita hindari. Penambahan kasus positif harusnya menurun setiap minggunya," ujar Wiku dalam pernyataan persnya, Selasa (13/10).
Wiku juga menjabarkan lima provinsi yang angka penularan virus corona-nya terbesar. Kelima provinsi tersebut adalah Jawa Tengah mengalami kenaikan sebesar499 kasus, Jawa Barat 383 kasus, Papua Barat 314 kasus, Sulawesi Selatan 277 kasus, serta Sulawesi Tengah 204 kasus.
Kasus Corona di RI Naik 5,9%, Ini 5 Provinsi dengan Lonjakan Tertinggi (286276)
Prof Wiku Adisasmito. Foto: BNPB
"Perlu perhatian khusus pada 5 besar provinsi dengan kenaikan kasus tertinggi. Di pekan sebelumnya Jateng dan Jabar keluar dari 5 besar, tapi pekan ini kembali masuk ke 5 besar," ucap Wiku.
ADVERTISEMENT
Khusus untuk kelima provinsi itu, Wiku mengingatkan pentingnya evaluasi penanganan pandemi. Penerapan protokol kesehatan ketat juga harus digalakkan lebih luas lagi.
"Bagi daerah yang masuk 5 besar segera lakukan evaluasi terkait penerapan protokol kesehatan. Jangan masuk 5 besar kasus positif karena ini bukanlah prestasi," tegas Wiku.
Di samping itu, Wiku juga mengapresiasi kinerja sejumlah provinsi yang memiliki rapor positif dalam penanganan pandemi beberapa hari lalu. Provinsi tersebut adalah Maluku, Riau, Gorontalo, Sulawesi Barat, dan Aceh yang berhasil dari 5 besar provinsi penyumbang angka positif corona tertinggi.
"Mohon hal ini dipertahankan agar penambahan kasus positif terus menurun dan tak ada penambahan kasus sama sekali," pungkasnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
ADVERTISEMENT