Kasus Corona Melonjak, Kebutuhan Oksigen di RS Jateng-DIY Naik 3 Kali Lipat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6).  Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mendorong tabung oksigen saat menyiapkan ruangan perawatan pada Tower 8 Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTO

Lonjakan kasus corona terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa pekan terakhir. Seperti di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng).

Melesatnya kasus corona itu membuat kebutuhan oksigen di rumah sakit rujukan corona di DIY-Jateng meningkat. Hal itu disampaikan pihak distributor, PT Samator Gas Industri dan Aneka Gas Industri (GAI).

Direktur Operasional PT Samator Gas Industri dan Aneka Gas Industri (GAI), Budi Susanto, menyatakan kebutuhan oksigen untuk RS di Jateng-DIY mencapai 164 ribu meter kubik per hari. Padahal sebelum pandemi corona, kebutuhan oksigen Jateng-DIY hanya berkisar 70 ribu meter kubik per hari.

"Melihat kebutuhan oksigen di Jateng dan DIY memang tadi benar peningkatan sampai 3 kali lipat," kata Budi dalam konpers virtual bersama wartawan Kepatihan Pemda DIY, Jumat (25/6).

Pekerja mengisi tabung oksigen di depot pengisian oksigen, Banda Aceh, Aceh, Rabu (24/2). Foto: Ampelsa/Antara Foto

Budi menyatakan, pabrik PT Samator yang berada di Kendal hanya mampu memproduksi sekitar 50 ribu meter kubik per hari. Lantaran kebutuhan tinggi, PT Samator harus menambah pasokan dari Jabar dan Jatim.

"Konsumsi Jateng termasuk DIY itu sudah mencapai 164 ribu per hari satuannya meter kubik. Silinder biasa saja (yang digunakan di rumah sakit) itu hanya 7 meter kubik. Bayangkan ada berapa silinder, ada berapa ribu liquid yang harus kita suplai," jelasnya.

Menurut Budi, distribusi oksigen dari Jabar dan Jatim membutuhkan waktu. Sehingga ia meminta RS memahami apabila terjadi keterlambatan. Sebab PT Samator harus membagi oksigen ke rumah sakit lain yang membutuhkan.

Dalam memperlancar kiriman ke DIY, PT Samator akan mengirim oksigen dengan truk kontainer 40 feet dengan kapasitas 17 ribu meter kubik pada Sabtu (26/6).

Direktur Operasional PT Samator Gas Industri dan Aneka Gas Industri (GAI) Budi Susanto. Foto: Tangkapan layar/Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Dengan truk besar ini, waktu perjalanan bisa dipangkas karena mampu sekali kirim dalam jumlah yang banyak. Sebelumnya pengiriman ke DIY hanya menggunakan truk kecil berkapasitas 3 ribu sampai 4 ribu meter kubik.

Distribusi oksigen dengan truk berkapasitas 17 ribu meter kubik itu bakal tiba di satu depo milik PT Samator di Maguwoharjo, Sleman. Budi mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Dishub DIY dan kepolisian untuk memudahkan truk besar masuk depo. Selanjutnya, gas akan didistribusikan ke rumah sakit menggunakan truk berukuran lebih kecil.

"Kita datangkan dengan truk besar. Kemudian diimbangi dengan truk-truk kecil yang sudah stand by di sana untuk mengatur pengirimannya ke rumah sakit," ucapnya.

kumparan post embed

Sementara Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie, menyatakan kebutuhan oksigen tengah melonjak karena kasus corona yang tinggi. Dia berharap pengiriman oksigen kembali lancar.

"Tidak usah 100 persen, minimal 80 persen yang diharapkan dari teman-teman rumah sakit adalah kontinuitas, seberapa pun nggak masalah. Tapi terus didistribusi," kata Pembajun.