Kasus COVID-19 di Kota Bogor Melonjak, Harga Tabung Oksigen Naik 400%
·waktu baca 2 menit

Tingginya kasus COVID-19 di Kota Bogor berimbas pada naiknya harga tabung oksigen hingga empat kali lipat atau 400 persen dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
Seperti yang dialami agen tabung oksigen di Oxygen Bogor Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pemilik Bogor Oxygen, Rahman, mengatakan dalam dua pekan terakhir permintaan isi ulang, pembelian dan penyewaan tabung naik drastis dari rumah sakit maupun masyarakat umum.
"Jadi dalam hitungan tujuh hari kebelakang itu memang terjadi peningkatan dari isi ulang tabung oksigen dari masyarakat khususnya Bogor. Ini menujukkan bahwa tabung-tabung ini kalau kita terkendala distribusinya, itu yang menyebabkan kelangkaan," kata Rahman, Kamis (1/7).
Rahman menuturkan saat ini agen miliknya menyuplai tabung oksigen ke 11 rumah sakit. Permintaan rumah sakit naik dalam dua pekan terakhir dari mulai 10 tabung, 30 tabung, hingga 150 tabung.
"Kalau untuk tabung dalam sebulan kita menjual 30 sampai 40 buah, ketika barangnya ada stok kemarin terakhir sekitar 150 tabung dalam kurun waktu dua minggu habis, harga waktu itu belum terlalu tinggi kenaikannya," jelas dia.
Tak hanya permintaan rumah sakit, kenaikan permintaan pembelian juga datang dari perorangan untuk tabung ukuran kecil. Akibatnya, permintaan tinggi berdampak pada pendistribusian oksigen dari mulai antrean distribusi pabrik.
"Kalau harga ada kenaikan sedikit karena itu terpengaruh dari distribusi. Antreannya panjang permintaan tinggi, dari permintaan rumah sakit itu mengakibatkan crowded. Sehingga ada kenaikan harga dari kita. Kita kan dari distributor dari pabrikan, kita mendistribusikan ke rumah sakit juga. Di samping melayani rumah sakit kita pun melayani ritel eceran," ucap dia.
Rahman menuturkan, satu set tabung oksigen berukuran 1 meter kubik lengkap dengan troli dan regulator dijual Rp 1 juta. Sedangkan, tabung berukuran paling besar yakni 6 meter kubik dijual Rp 2 juta. Lalu untuk pengisian, untuk ukuran tabung 1 kubik harga Rp 40 ribu dan untuk ukuran 6 kubik Rp 100 ribu.
“Kalau isi ulang, tabung 6 kubik bisa digunakan 24 jam non-stop. Kalau tabung 1 kubik bisa digunakan 4 jam non-stop. Yang ukuran kecil 1 kubik itu biasanya untuk di IGD atau ambulans,” tutur dia.
Lebih lanjut, Rahman menyebut permintaan tabung oksigen tidak setinggi seperti Januari tahun 2021. Namun dirinya khawatir saat ini mulai sulit mencari stok tabung oksigen kosong.
Para agen oksigen khawatir harga tabung terus meningkat empat kali lipat atau 400 persen.
"Itu peningkatan sekitar empat kali lipat, baik rumah sakit mau pun dari perorangan masyarakat yang mau mengisi tabung. Kenaikan ini lebih dari bulan Januari, kenaikannya 400 persen," tutup dia.
